Aleg DPRD Gorontalo Dianiaya
Alasan Mikson Yapanto Cabut Laporan Kasus Penganiayaan di Polda Gorontalo
Keputusan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, mencabut laporan penganiayaan di Polda Gorontalo akhirnya terungkap.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Mikson-Yapanto.jpg)
Mereka menegaskan insiden pada Kamis (27/11/2025) hanya berupa tarik-menarik dan tidak ada pemukulan seperti narasi yang berkembang.
Penambang Suwawa, Iskandar Alaina, mengatakan bahwa pertemuan dengan Mikson berawal dari keinginan penambang meminta penjelasan soal pernyataan di media sosial yang mereka anggap menyudutkan.
“Kami hanya mau klarifikasi karena pernyataannya terasa berat sebelah. Jadi kami ajak bicara baik-baik supaya jelas,” kata Iskandar.
Ia menjelaskan bahwa pertemuan pertama berlangsung di Warkop Amal, sebelum Mikson mengajak mereka pindah ke Kantor DPW Nasdem.
“Beliau sendiri yang minta kita pindah ke kantor supaya lebih tenang. Kami ikut saja karena mau selesaikan baik-baik,” ujarnya.
Menurut Iskandar, tensi mulai naik ketika perdebatan semakin tajam. Namun ia menegaskan tidak ada aksi pemukulan dan situasi hanya sempat memanas.
“Yang ada cuma tarik-menarik karena suasananya panas. Tidak ada baku pukul seperti yang diviralkan,” kata Iskandar.
Iskandar juga menyayangkan framing yang berkembang di media sosial.
Menurutnya, penambang sering digambarkan negatif tanpa melihat fakta bahwa mereka juga berkontribusi pada lingkungan sekitar.
“Kami sering dipojokkan. Padahal waktu jembatan Tulabolo Suwawa Timur rusak, penambang yang turun memperbaiki dengan biaya sendiri. Itu jarang disebut,” jelasnya.
Ia turut membantah tuduhan adanya ancaman penculikan atau penggunaan senjata tajam.
“Tidak ada barang tajam dan tidak ada niat mencelakai. Kami datang biasa saja, bukan bawa apa-apa,” kata Iskandar.
Dalam pertemuan itu, menurut Iskandar, Mikson juga sempat menyampaikan alasan ia datang ke lokasi tambang beberapa waktu lalu.
“Beliau bilang datang karena diajak Pak Iwan Lakajo dan Pak Denu. Itu yang kami dengar langsung,” ujarnya.
Iskandar mengatakan sebelum pertemuan selesai, kedua pihak sebenarnya sudah berdamai.