PEMPROV GORONTALO
Menkes Sebut Layanan Bedah Jantung Bisa Diakses Lewat BPJS, Pemprov Gorontalo Tunggu Kepastian
Dalam konferensi pers di RSUD Aloe Saboe, Kota Gorontalo, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memastikan layanan bedah jantung terbuka
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gubernur-Gorontalo-Gusnar-Ismail-saat-konferensi-pers-layanan-bedah-jantung.jpg)
Budi Gunadi Sadikin sendiri menegaskan bahwa layanan tersebut memang harus bisa masuk dalam skema BPJS, dengan catatan tata kelola yang baik.
Dari sisi fasilitas, Gusnar menjelaskan sebagian besar peralatan bedah jantung masih menggunakan dukungan lintas rumah sakit. Beberapa di antaranya berasal dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, Mohammad Kasim, yang mewakili Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea, menyebut momen ini sebagai capaian besar bagi daerah.
“Ini merupakan momen paling bersejarah dan paling istimewa karena menyaksikan pencapaian luar biasa di Kota Gorontalo,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan bedah jantung terbuka menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya penanganan penyakit jantung.
Berdasarkan data RSUD Aloe Saboe, terdapat 96 pasien dengan indikasi CABG (Coronary Artery Bypass Graft).
“Sebanyak 15 orang di antaranya telah meninggal dunia, selebihnya belum dilakukan tindakan bedah jantung,” ungkapnya.
Dengan hadirnya layanan bedah jantung terbuka yang diharapkan tercover BPJS, pemerintah daerah berharap tidak ada lagi pasien jantung yang tertunda penanganannya karena keterbatasan biaya. (*)