Viral Gorontalo
Ratusan Warga Gorontalo Sambut Mutia Imran, Peserta Dangdut Academy 7 Pulang Kampung
Mutia Imran merupakan peserta asal Gorontalo yang tampil di ajang Dangdut Academy 7, harus mengakhiri langkahnya di babak Top 6.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Peserta-Dangdut-Academy-7-Mutia-disambut-masyarakat-Gorontalo.jpg)
Padahal, Mutia telah mencuri perhatian masyarakat Gorontalo sejak awal kompetisi. Ia pertama kali lolos ke babak Top 30 dan langsung disambut antusias oleh warga daerahnya.
Lahir pada 13 Mei 2007, Mutia adalah anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Imran Mahmud, Anggota DPRD Bone Bolango, dan Karsum Idrus.
Sang ayah menggambarkan Mutia sebagai anak yang penurut, taat pada orang tua, serta tekun belajar.
Sejak kecil, bakat seni Mutia sudah menonjol. Saat SD, ia menjuarai lomba pop tingkat kabupaten, dan di usia 11 tahun tampil di ajang dangdut cilik tingkat nasional di Jakarta.
Prestasinya terus berlanjut, dari juara dua Festival Dangdut Danau Perintis pada usia 13 tahun hingga berbagai kemenangan saat SMA.
Ia juga dikenal piawai dalam menari, membuat penampilannya di panggung semakin memikat.
Perjuangan Mutia di DA7 berlangsung cukup konsisten. Ia bahkan sempat tampil kuat di Top 7 setelah meraih virtual gift terbanyak.
Namun di Top 6, jumlah gift yang menurun membuat posisinya tak lagi aman.
Pada result show, April dari Cirebon tampil sebagai peraih gift tertinggi dengan 15 juta dukungan dan lolos otomatis ke Top 5.
Sementara empat peserta lainnya diselamatkan oleh juri.
Mutia menjadi satu-satunya peserta yang tersenggol di babak tersebut, membuat para pendukungnya di Gorontalo merasa sedih dan kecewa.
Meski begitu, keluarga Mutia tetap bangga. Sang ayah mengaku selalu meluangkan waktu untuk memberi semangat putrinya, bahkan di tengah kesibukan sebagai anggota dewan.
Selama kompetisi, dukungan virtual gift menjadi faktor penting bagi keberlangsungan peserta. Keluarga Mutia pun sejak awal berharap agar masyarakat Gorontalo tidak berhenti memberikan dukungan.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)