Rabu, 11 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Wagub Idah Syahidah Dorong Kurikulum Sejarah Gorontalo di Sekolah

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menekankan pentingnya penguatan kurikulum dan

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Wagub Idah Syahidah Dorong Kurikulum Sejarah Gorontalo di Sekolah
PEMPROV GORONTALO
SEJARAH -- Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat menjadi narasumber pada peluncuran buku Indonesia Merdeka di Gorontalo: Nani Wartabone, 23 Januari 1942 dan Keindonesiaan dirangkaikan syukuran peringatan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo, di Aula Rujab Gubernur, Jumat malam (5/12/2025). (Foto : Fadhly) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menekankan pentingnya penguatan kurikulum dan materi muatan lokal sejarah Gorontalo di sekolah-sekolah. Hal itu ia sampaikan saat peluncuran buku

“Indonesia Merdeka di Gorontalo: Nani Wartabone, 23 Januari 1942 dan Keindonesiaan” yang dirangkaikan dengan syukuran HUT ke-25 Provinsi Gorontalo di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/12/2025).

Idah menyoroti masih minimnya pengetahuan generasi muda terhadap sosok Nani Wartabone, pahlawan nasional yang memproklamasikan kemerdekaan di Gorontalo pada 23 Januari 1942.

“Banyak anak muda, mahasiswa, bahkan pelajar SMA dan SMP tidak tahu siapa Nani Wartabone. Mereka tahu hanya patung di Lapangan Taruna yang menunjuk ke depan, tetapi tidak mengenal sejarahnya,” ujarnya.

Baca juga: 90 Tenaga Medis Disiagakan di GHM 2025, Panitia Pastikan Keamanan Ribuan Pelari

Dorongan Materi Muatan Lokal

Menurut Idah, kurikulum muatan lokal berperan strategis dalam memperkenalkan sejarah Gorontalo sejak dini.

Ia mendorong Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata untuk mengembangkan bahan ajar yang menarik dan mudah dipahami. 

“Anak-anak kan biasanya lebih akrab dengan Shincan, Doraemon, atau Upin Ipin. Mungkin di Gorontalo ada yang bisa membuat kartun tentang Nani Wartabone agar lebih mudah dikenali,” tambahnya.

Perjuangan Ibu Aisyah dan Karya Tulis Nani Wartabone

Dalam kesempatan itu, Idah juga mengangkat kisah Ibu Aisyah, istri Nani Wartabone, yang menurutnya belum banyak dikenal publik.

Ia menilai peran pendamping sang pahlawan harus ikut diperkenalkan dalam literasi sejarah daerah.

“Banyak yang tidak tahu bahwa makam Ibu Aisyah berada di samping makam Pak Nani Wartabone. Kisah perjuangannya harus ikut diperkenalkan,” tegasnya.

Selain itu, Idah menyoroti keberadaan karya-karya tulis Nani Wartabone yang jumlahnya cukup banyak. Ia mempertanyakan pengarsipan dan mendorong pencetakan ulang agar dapat diakses generasi mendatang.

“Ketika kita kunjungan setiap 23 Januari, tidak terlihat buku-buku itu di rumahnya. Kalau bisa, buku-buku itu dicetak ulang agar sejarahnya tidak hilang,” ujarnya.

Harapan ke Depan

Idah berharap penguatan kurikulum sejarah Gorontalo menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap jati diri dan sejarah daerah.

“Mudah-mudahan ke depan anak-anak bangsa, khususnya Gorontalo, bisa mengenal lebih dekat siapa Nani Wartabone,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved