Gorontalo Half Marathon
90 Tenaga Medis Disiagakan di Gorontalo Half Marathon 2025, Panitia Pastikan Keamanan Ribuan Pelari
Sebanyak 90 tenaga medis akan diturunkan untuk mengamankan pelaksanaan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 yang berlangsung
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERSIAPAN-GHM-Potret-Lapangan-TarunaSabtu-6122025marathooooooonjpg.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Sebanyak 90 tenaga medis akan diturunkan untuk mengamankan pelaksanaan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 yang berlangsung pada Minggu, 7 Desember 2025.
Ketua Panitia GHM, Danial Ibrahim, memastikan puluhan tenaga kesehatan tersebut disiagakan penuh guna mendukung kelancaran lomba yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah.
Mereka ditempatkan di sembilan titik layanan kesehatan yang tersebar di sepanjang rute 5K, 10K, hingga 21K.
“Tim kesehatan akan disiapkan di titik-titik yang telah ditentukan. Mereka standby sampai seluruh pelari menyentuh garis finish,” ujar Danial.
Baca juga: Titik Start–Finish Gorontalo Half Marathon 2025 Terpasang, Panggung Utama Siap Digunakan
Ia menjelaskan, setiap pos layanan dijaga tenaga medis yang berasal dari sejumlah puskesmas di jalur yang dilalui peserta.
Koordinasi antarpetugas terus diperkuat untuk memastikan seluruh layanan berjalan tanpa hambatan.
Tak hanya di lintasan, dua tenda kesehatan juga disiapkan di area race pack.
Tenda ini berfungsi sebagai pusat layanan awal bagi peserta yang membutuhkan penanganan cepat, baik sebelum maupun sesudah start.
Selain itu, tenda tersebut juga dimanfaatkan untuk pengecekan kondisi fisik bagi pelari yang sempat mengeluhkan gangguan kesehatan saat proses registrasi.
Panitia turut menyiapkan satu pos informasi dan bantuan peserta di kawasan yang sama. Pos ini juga difungsikan sebagai pusat komunikasi jika terjadi kondisi darurat selama lomba berlangsung.
Untuk mendukung proses evakuasi, sejumlah ambulans dan kendaraan medis mobile turut disiagakan.
Armada tersebut siap bergerak cepat apabila ada pelari yang mengalami cedera atau gangguan kesehatan di titik-titik yang sulit dijangkau pejalan kaki.
“Kami berharap semua peserta dapat mengikuti lomba dengan aman. Namun jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, armada kami siap menjemput dan menangani,” tegas Danial.
Seluruh sistem layanan kesehatan ini dipadukan dengan pengamanan marshal yang ditempatkan di setiap titik rute.
Menurut Danial, koordinasi antara marshal dan tim medis menjadi kunci agar respons penanganan bisa berlangsung cepat dan tepat.