PEMPROV GORONTALO
Gubernur Gusnar Ismail Ungkap 2 Tantangan Besar Gorontalo, Anggaran Turun dan Perubahan Iklim
Ia mengaku tidak sempat menyampaikan hal tersebut saat sambutan resmi karena keterbatasan waktu.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gubernur-Gorontalo-Gusnar-Ismail-saat-diwawancarai-wartawan-di-Gedung-DPRD.jpg)
Jika tahun 2025 APBD tercatat mencapai Rp 1,74 triliun, maka tahun 2026 hanya berkisar Rp1,54 triliun.
Penyusutan ini dipicu oleh berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, yang berdampak pada hilangnya sejumlah alokasi khusus untuk daerah.
Pemangkasan tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh Kepala Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, Sukril Gobel.
Situasi ini, menurut Gusnar, akan menjadi tantangan dalam menjaga kesinambungan program pembangunan daerah.
Baca juga: 3 Gubernur Diundang di Gorontalo Half Marathon 2025, Menko AHY Diharapkan Hadir
3 Isu Utama Dibahas Gubernur
Dalam Rapat Paripurna ke-64 yang digelar di Kantor DPRD Provinsi Gorontalo, Jumat (5/12/2025), Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan sambutan yang menitikberatkan pada tiga isu utama: refleksi perjalanan 25 tahun, capaian pembangunan, serta arah kebijakan ke depan.
Mengawali sambutannya, Gusnar menegaskan fokusnya pada tiga bahasan besar.
“Saya fokuskan sambutan saya pada tiga pembahasan utama,” ujarnya.
Ia kemudian mengajak para tamu undangan menengok kembali perjalanan Gorontalo sejak resmi menjadi provinsi. Menurutnya, 25 tahun lalu para pendiri membangun Gorontalo dengan semangat kuat, berlandaskan identitas budaya daerah.
Saat itu, kondisi pendidikan masih rendah, layanan kesehatan belum memadai, dan kemampuan fiskal sangat terbatas. Namun, kata Gusnar, hal tersebut tidak menghentikan komitmen untuk terus bergerak maju.
“Dengan tekad dan semangat membangun, kita mampu mencapai itu,” ungkapnya.
Gusnar memaparkan sejumlah capaian penting yang berhasil diraih Gorontalo dalam kurun waktu dua setengah dekade.
Keuangan daerah: APBD Provinsi yang pada awal berdiri hanya sekitar Rp 52 miliar, kini melonjak hingga Rp 1,7 triliun pada tahun 2025.
Pertama, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus menunjukkan tren positif, menandakan meningkatnya kualitas hidup masyarakat.
Kedua, kemiskinan menurun signifikan dibandingkan dua dekade lalu, menjadi bukti pembangunan yang lebih merata.
Ketiga, pertumbuhan ekonomi Gorontalo kini berada di peringkat 7 nasional.