Siswa Dilecehkan Guru Gorontalo
Ortu Siswi Gorontalo Sebut Anaknya 3 Kali Dilecehkan Wakil Kepala Sekolah
Seorang orang tua siswi di Kabupaten Gorontalo mengungkapkan bahwa anaknya telah tiga kali mengalami dugaan pelecehan seksual
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Pelecehan-sjdhjshadfds.jpg)
Ringkasan Berita:
- Oknum Wakil Kepala Sekolah di Kabupaten Gorontalo dilaporkan ke Polda Gorontalo
- Kasus ini resmi dilaporkan pada 30 November 2025
- Ortu siswi mengakui anaknya telah dilecehkan oleh pelaku setidaknya tiga kali
TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang orang tua siswi di Kabupaten Gorontalo mengungkapkan bahwa anaknya telah tiga kali mengalami dugaan pelecehan seksual oleh Wakil Kepala Sekolah.
Kasus ini kini resmi dilaporkan ke Polda Gorontalo dan sedang dalam proses penyelidikan.
Peristiwa yang mencuat pada akhir November 2025 itu menambah daftar kasus pelecehan di lingkungan pendidikan, sehingga menimbulkan keprihatinan mendalam dari masyarakat.
Orang tua berinisial L menyebutkan, anaknya sempat bercerita kepada kakaknya sebelum akhirnya berani mengungkapkan kepada keluarga.
Dari pengakuan sang anak, tindakan yang dialami bukan hanya pelukan atau ciuman, melainkan sudah melampaui batas privasi.
“Kalau anak saya sudah tiga kali, itu keterangan anak saya,” tegas L saat ditemui TribunGorontalo.com, Kamis (4/12/2025).
Menurut L, sebagai orang tua ia merasa sangat terpukul. Ia bahkan menegaskan tidak pernah sekalipun masuk ke kamar anaknya karena menghormati privasi, sehingga tindakan oknum guru tersebut dianggap sangat keterlaluan.
Kasus ini pertama kali terkuak setelah orang tua lain, berinisial P, mendapati anaknya tiba-tiba ingin bertemu seorang teman. Rasa curiga muncul, hingga akhirnya sang anak mengaku juga menjadi korban pelecehan.
“Saya tanya kenapa? Dijawab karena temannya mengalami pelecehan. Saya tanya lagi apa hubungannya dengan kamu? Jawabannya: saya juga kena,” ungkap P.
P menjelaskan, dugaan pelecehan terjadi di ruang laboratorium sekolah saat jam istirahat. Kondisi ruangan yang sepi membuat para siswi tidak berdaya untuk melawan.
Baca juga: BREAKING NEWS: 4 Siswi Gorontalo Diduga Dilecehkan Wakil Kepala Sekolah
Saat itu, para siswi diketahui sedang mengikuti kegiatan ekstra Media Center. Mereka beristirahat sambil bermain ponsel sebelum insiden terjadi.
“Anak-anak itu sedang berbaring sambil main HP cari informasi,” jelas P.
Lebih dari dua orang berada di ruangan tersebut, namun para korban hanya bisa diam karena takut dan malu. Situasi itu membuat dugaan pelecehan berlangsung tanpa ada perlawanan berarti.
Selain anak dari P dan L, terdapat dua siswi lain yang disebut ikut menjadi korban. Namun, mereka belum berani melapor secara resmi karena khawatir akan tekanan maupun stigma.