Siswa Dilecehkan Guru Gorontalo
Ortu Siswi Gorontalo Sebut Anaknya 3 Kali Dilecehkan Wakil Kepala Sekolah
Seorang orang tua siswi di Kabupaten Gorontalo mengungkapkan bahwa anaknya telah tiga kali mengalami dugaan pelecehan seksual
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Pelecehan-sjdhjshadfds.jpg)
P menduga jumlah korban bisa lebih banyak. Ia menyebut ada siswa kelas XII yang memilih diam dan tidak pernah mengungkapkan kepada orang tuanya.
“Ada sampai kelas XII, siswa yang tidak pernah mengungkapkan ke orang tuanya,” kata P.
Kedua orang tua korban akhirnya sepakat membawa kasus ini ke ranah hukum. Mereka khawatir kejadian serupa akan menimpa siswa lain jika tidak segera ditangani.
Sebelum melapor ke polisi, L sempat mendatangi kepala sekolah untuk meminta kejelasan. Namun, respons yang diterima justru menimbulkan kecurigaan adanya upaya menutup-nutupi kasus.
“Dari analisa saya, mereka itu tetap menutupi,” beber L.
Laporan resmi kemudian disampaikan ke Polda Gorontalo pada Minggu, 30 November 2025. Kasus ini diduga sudah berlangsung sejak Juni 2025.
Saat ini, korban yang teridentifikasi sementara berjumlah empat orang. Namun, jumlah tersebut bisa bertambah jika ada siswa lain yang berani bersuara.
P dan L berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Mereka menegaskan tidak ingin ada lagi siswa yang menjadi korban pelecehan di sekolah.
Kepala Sekolah Angkat Bicara
Kepala sekolah tempat guru tersebut bertugas akhirnya angkat bicara. Ia membenarkan adanya laporan resmi ke Polda Gorontalo dan mengaku terkejut dengan dugaan yang menimpa bawahannya.
Menurut kepala sekolah, guru yang dilaporkan dikenal sebagai sosok pendidik yang banyak berkontribusi dan dekat dengan siswa. “Kalau menurut saya, orang ini terlalu baik di sekolah,” ujarnya.
Ia menggambarkan guru itu sebagai pribadi aktif yang sering terlibat dalam kegiatan di tingkat kabupaten hingga provinsi. Karena itu, laporan dugaan pelecehan membuat pihak sekolah kaget.
Meski demikian, kepala sekolah menegaskan pihaknya tidak menutup-nutupi kasus. Ia menyebut sekolah rutin melakukan rapat evaluasi setiap Jumat dan menolak segala bentuk kekerasan maupun pelecehan.
Sebagai langkah administratif, pihak sekolah telah melaporkan guru terlapor ke Dinas Pendidikan.
Saat ini, oknum bersangkutan tidak masuk mengajar dan bekerja dari rumah agar dapat fokus menghadapi proses hukum.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)