Jumat, 27 Maret 2026

Siswa Dilecehkan Guru Gorontalo

Ortu Siswi Gorontalo Sebut Anaknya 3 Kali Dilecehkan Wakil Kepala Sekolah

Seorang orang tua siswi di Kabupaten Gorontalo mengungkapkan bahwa anaknya telah tiga kali mengalami dugaan pelecehan seksual

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Ortu Siswi Gorontalo Sebut Anaknya 3 Kali Dilecehkan Wakil Kepala Sekolah
Tribun Bali/dwisuputra
PELECEHAN SISIW - Ilustrasi korban pelecehan. Orang tua dari siswi di Kabupaten Gorontalo mengakui anaknya dilecehkan oleh oknum Wakil Kepala Sekolah. 
Ringkasan Berita:
  • Oknum Wakil Kepala Sekolah di Kabupaten Gorontalo dilaporkan ke Polda Gorontalo
  • Kasus ini resmi dilaporkan pada 30 November 2025
  • Ortu siswi mengakui anaknya telah dilecehkan oleh pelaku setidaknya tiga kali

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang orang tua siswi di Kabupaten Gorontalo mengungkapkan bahwa anaknya telah tiga kali mengalami dugaan pelecehan seksual oleh Wakil Kepala Sekolah. 

Kasus ini kini resmi dilaporkan ke Polda Gorontalo dan sedang dalam proses penyelidikan.

Peristiwa yang mencuat pada akhir November 2025 itu menambah daftar kasus pelecehan di lingkungan pendidikan, sehingga menimbulkan keprihatinan mendalam dari masyarakat.

Orang tua berinisial L menyebutkan, anaknya sempat bercerita kepada kakaknya sebelum akhirnya berani mengungkapkan kepada keluarga.

Dari pengakuan sang anak, tindakan yang dialami bukan hanya pelukan atau ciuman, melainkan sudah melampaui batas privasi.

“Kalau anak saya sudah tiga kali, itu keterangan anak saya,” tegas L saat ditemui TribunGorontalo.com, Kamis (4/12/2025).

Menurut L, sebagai orang tua ia merasa sangat terpukul. Ia bahkan menegaskan tidak pernah sekalipun masuk ke kamar anaknya karena menghormati privasi, sehingga tindakan oknum guru tersebut dianggap sangat keterlaluan.

Kasus ini pertama kali terkuak setelah orang tua lain, berinisial P, mendapati anaknya tiba-tiba ingin bertemu seorang teman. Rasa curiga muncul, hingga akhirnya sang anak mengaku juga menjadi korban pelecehan.

“Saya tanya kenapa? Dijawab karena temannya mengalami pelecehan. Saya tanya lagi apa hubungannya dengan kamu? Jawabannya: saya juga kena,” ungkap P.

P menjelaskan, dugaan pelecehan terjadi di ruang laboratorium sekolah saat jam istirahat. Kondisi ruangan yang sepi membuat para siswi tidak berdaya untuk melawan.

Baca juga: BREAKING NEWS: 4 Siswi Gorontalo Diduga Dilecehkan Wakil Kepala Sekolah

Saat itu, para siswi diketahui sedang mengikuti kegiatan ekstra Media Center. Mereka beristirahat sambil bermain ponsel sebelum insiden terjadi.

“Anak-anak itu sedang berbaring sambil main HP cari informasi,” jelas P.

Lebih dari dua orang berada di ruangan tersebut, namun para korban hanya bisa diam karena takut dan malu. Situasi itu membuat dugaan pelecehan berlangsung tanpa ada perlawanan berarti.

Selain anak dari P dan L, terdapat dua siswi lain yang disebut ikut menjadi korban. Namun, mereka belum berani melapor secara resmi karena khawatir akan tekanan maupun stigma.

P menduga jumlah korban bisa lebih banyak. Ia menyebut ada siswa kelas XII yang memilih diam dan tidak pernah mengungkapkan kepada orang tuanya.

“Ada sampai kelas XII, siswa yang tidak pernah mengungkapkan ke orang tuanya,” kata P.

Kedua orang tua korban akhirnya sepakat membawa kasus ini ke ranah hukum. Mereka khawatir kejadian serupa akan menimpa siswa lain jika tidak segera ditangani.

Sebelum melapor ke polisi, L sempat mendatangi kepala sekolah untuk meminta kejelasan. Namun, respons yang diterima justru menimbulkan kecurigaan adanya upaya menutup-nutupi kasus.

“Dari analisa saya, mereka itu tetap menutupi,” beber L.

Laporan resmi kemudian disampaikan ke Polda Gorontalo pada Minggu, 30 November 2025. Kasus ini diduga sudah berlangsung sejak Juni 2025.

Saat ini, korban yang teridentifikasi sementara berjumlah empat orang. Namun, jumlah tersebut bisa bertambah jika ada siswa lain yang berani bersuara.

P dan L berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Mereka menegaskan tidak ingin ada lagi siswa yang menjadi korban pelecehan di sekolah.

Kepala Sekolah Angkat Bicara

Kepala sekolah tempat guru tersebut bertugas akhirnya angkat bicara. Ia membenarkan adanya laporan resmi ke Polda Gorontalo dan mengaku terkejut dengan dugaan yang menimpa bawahannya.

Menurut kepala sekolah, guru yang dilaporkan dikenal sebagai sosok pendidik yang banyak berkontribusi dan dekat dengan siswa. “Kalau menurut saya, orang ini terlalu baik di sekolah,” ujarnya.

Ia menggambarkan guru itu sebagai pribadi aktif yang sering terlibat dalam kegiatan di tingkat kabupaten hingga provinsi. Karena itu, laporan dugaan pelecehan membuat pihak sekolah kaget.

Meski demikian, kepala sekolah menegaskan pihaknya tidak menutup-nutupi kasus. Ia menyebut sekolah rutin melakukan rapat evaluasi setiap Jumat dan menolak segala bentuk kekerasan maupun pelecehan.

Sebagai langkah administratif, pihak sekolah telah melaporkan guru terlapor ke Dinas Pendidikan.

Saat ini, oknum bersangkutan tidak masuk mengajar dan bekerja dari rumah agar dapat fokus menghadapi proses hukum.

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved