PEMPROV GORONTALO
Gubernur Gusnar Ismail Ungkap 2 Tantangan Besar Gorontalo, Anggaran Turun dan Perubahan Iklim
Ia mengaku tidak sempat menyampaikan hal tersebut saat sambutan resmi karena keterbatasan waktu.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gubernur-Gorontalo-Gusnar-Ismail-saat-diwawancarai-wartawan-di-Gedung-DPRD.jpg)
Ringkasan Berita:
- APBD Provinsi Gorontalo diproyeksikan menurun sebesar Rp 200 miliar pada tahun 2026
- Perubahan iklim menjadi fokus utama penanganan karena berpotensi memicu peningkatan bencana hidrometeorologi
- Untuk menghadapi ancaman bencana tersebut, Gubernur mengimbau pentingnya menjaga kelestarian lingkungan
TRIBUNGORONTALO.COM – Usai mengikuti rangkaian perayaan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memberikan penjelasan lanjutan terkait kondisi aktual daerah.
Ia mengaku tidak sempat menyampaikan hal tersebut saat sambutan resmi karena keterbatasan waktu.
Dalam keterangan tambahannya, Gusnar menegaskan bahwa saat ini Gorontalo tengah menghadapi dua tantangan besar.
Ia menyebut ada dua isu strategis yang kini menjadi fokus penanganan pemerintah daerah.
"Tantangan satu anggaran sangat terbatas, yang kedua perubahan iklim," ujarnya kepada wartawan, Jumat (5/12/2025).
Gusnar menjelaskan bahwa perubahan iklim berpotensi memicu peningkatan bencana hidrometeorologi di Provinsi Gorontalo.
Dampak ini, kata dia, harus diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan pemerintah.
Menurutnya, bencana hidrometeorologi yang rawan terjadi meliputi banjir, tanah longsor, dan berbagai ancaman alam lainnya.
Bahkan, berdasarkan kerawanannya hampir seluruh wilayah kabupaten/kota di Gorontalo masuk kategori berpotensi terdampak tanpa terkecuali.
Ia menegaskan bahwa setiap bencana yang terjadi akan membutuhkan tambahan pembiayaan untuk penanganan darurat maupun pemulihan.
Karena itu, ia mengimbau pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
"Oleh sebab itu kita terus berupaya untuk melestarikan lingkungan, penanaman pohon," tuturnya.
Selain ancaman perubahan iklim, Gusnar menyoroti kondisi fiskal daerah yang ikut menjadi beban berat.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Gorontalo diproyeksikan mengalami penurunan signifikan hingga Rp 200 miliar pada tahun anggaran mendatang.