Aleg DPRD Gorontalo Dianiaya
Polda Gorontalo Benarkan Laporan Kekerasan Fisik Anggota DPRD, Berawal dari Persoalan Tambang Suwawa
Polda Gorontalo membenarkan telah menerima laporan dugaan penganiayaan dan pengancaman terhadap anggota DPRD Provinsi Gorontalo
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Polda-Gorontalo-telah-menerima-laporan-Mikson-Yapanto.jpg)
Hingga kini, penyidik belum mengeluarkan kesimpulan. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait video yang beredar di media sosial karena dinilai tidak menunjukkan keseluruhan rangkaian kejadian.
Baca juga: Aleg DPRD Gorontalo Mikson Yapanto Nyaris Diamuk Oknum Penambang, Gara-Gara Bongkar Praktik Ilegal?
Penjelasan Mikson Yapanto
Mikson menceritakan kronologi saat dirinya mengalami kekerasan fisik.
Ia menyebut peristiwa ini berakar dari aktivitas pengawasan yang ia lakukan di kawasan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Sebagai anggota Pansus Pertambangan DPRD Gorontalo, Mikson turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi pertambangan yang banyak dikeluhkan warga.
Lokasi yang ia datangi merupakan area yang sedang dalam proses pengurusan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Di sana, ia menemukan sejumlah hal yang tidak sesuai aturan.
Kehadiran Mikson saat itu turut diliput sejumlah jurnalis. Ia pun memberikan komentar terkait temuannya di lapangan. Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi dari sebagian penambang.
Sehari setelah sidak, Mikson menerima pesan ajakan bertemu dari seorang oknum penambang. Pertemuan dijadwalkan pada Kamis sore (27/11/2025).
Sebagai politisi NasDem sekaligus Wakil Ketua Komisi DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson mengusulkan agar pertemuan dilakukan di Kantor DPW NasDem. Ia tidak menyangka ajakan itu justru berujung pada insiden yang mengejutkan.
Dalam pertemuan tersebut, Mikson mengaku nyaris dianiaya. Ia sempat mengalami kontak fisik hingga bagian leher.
“Saya kaget juga, sempat syok saya, kok jadi begini?” ungkap Mikson kepada TribunGorontalo.com, Jumat (28/11/2025).
Menurutnya, video yang beredar di publik tidak menunjukkan kejadian secara utuh. Ia menilai ada bagian yang tidak terekam sehingga menimbulkan persepsi berbeda.
Setelah ketegangan mereda, kedua pihak sepakat masuk ke sebuah kafe untuk membicarakan persoalan secara baik-baik.
Di sana, Mikson menegaskan bahwa niatnya selama ini murni menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Ia menolak anggapan bahwa tindakannya bertujuan menyudutkan pihak tertentu.
“Kalau ada yang merasa tersinggung, itu versi kalian. Tapi versi lain belum tentu sama,” ujarnya.
Mikson menekankan bahwa langkah yang ia ambil terkait aktivitas tambang di Bone Bolango merupakan bagian dari instruksi presiden mengenai penindakan tambang ilegal.