Aleg DPRD Gorontalo Dianiaya
Aleg DPRD Gorontalo Mikson Yapanto Nyaris Diamuk Oknum Penambang, Gara-Gara Bongkar Praktik Ilegal?
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, mengaku kaget dan syok setelah dirinya nyaris diamuk oleh oknum penambang.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mikson-yapanto-dianiaya-oknum-penambang.jpg)
Menurutnya, video yang beredar di publik tidak menunjukkan kejadian secara utuh. Ia menilai ada bagian yang tidak terekam sehingga menimbulkan persepsi berbeda.
Setelah ketegangan mereda, kedua pihak sepakat masuk ke sebuah kafe untuk membicarakan persoalan secara baik-baik.
Baca juga: Ketua Komisi II DPRD Gorontalo Alami Kekerasan Fisik, Mikson Yapanto Polisikan Oknum Penambang
Di sana, Mikson menegaskan bahwa niatnya selama ini murni menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Ia menolak anggapan bahwa tindakannya bertujuan menyudutkan pihak tertentu.
“Kalau ada yang merasa tersinggung, itu versi kalian. Tapi versi lain belum tentu sama,” ujarnya.
Mikson menekankan bahwa langkah yang ia ambil terkait aktivitas tambang di Bone Bolango merupakan bagian dari instruksi presiden mengenai penindakan tambang ilegal.
Ia mengingatkan bahwa dua bulan lalu warga, aktivis, dan LSM datang ke DPRD Gorontalo untuk mendesak dilakukannya sidak.
Mereka mengeluhkan aktivitas tambang yang diduga menggunakan zat kimia berbahaya dan berlokasi dekat Sungai Bone.
Selain itu, masyarakat juga terganggu oleh suara tromol yang terus berbunyi siang dan malam. Kondisi ini membuat warga resah dan meminta perhatian serius dari DPRD.
Sebagai anggota Pansus Pertambangan, Mikson akhirnya turun langsung tanpa pemberitahuan resmi agar data yang diperoleh benar-benar faktual.
“Kalau saya turun resmi, harus ada pemberitahuan. Itu bukan sidak namanya,” tegasnya.
Lokasi sidak berada di Kecamatan Suwawa Timur dan Suwawa Tengah. Dari lapangan, ia memperoleh data yang sesuai dengan keluhan warga.
Data tersebut nantinya akan menjadi bahan inventarisasi di Pansus Pertambangan DPRD Gorontalo.
Mikson kembali menegaskan bahwa langkahnya sejalan dengan instruksi presiden. “Baru beberapa hari lalu presiden kumpulkan semua, meminta penindakan terhadap tambang ilegal yang membahayakan,” katanya.
Ia menekankan bahwa tidak semua penambang ilegal menjadi sorotan, melainkan hanya yang berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat.
Usai insiden, Mikson melaporkan kasus ini ke Polda Gorontalo. Ia berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti secara profesional.