Aleg DPRD Gorontalo Dianiaya
Kronologi Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Mikson Yapanto Dianiaya Oknum Penambang
Mikson Yapanto, anggota DPRD Provinsi Gorontalo tak menyangka jika pertemuannya dengan sejumlah penambang Bone Bolango,
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MIKSON-YAPANTO-Mikson-saat-mengalami-penganiayaan-dari-seorang-oknum-penambang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Mikson Yapanto, anggota DPRD Provinsi Gorontalo tak menyangka jika pertemuannya dengan sejumlah penambang Bone Bolango, bakal berujung penganiayaan terhadap dirinya.
Kronolgi lengkap penganiayaan ia ceritakan langsung saat menyambangi kantor TribunGorontalo.com di Jl Jaksa Agung Suprapto, Kota Selatan Gorontalo, Jumat (28/11/2025).
Mikson mengaku mengalami kekerasan fisik itu setelah sebelumnya ia turun langsung ke lokasi pertambangan di kawasan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Mikson sebelumnya memang sempat turun langsung ke lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) tersebut.
Baca juga: 775 Atlet Ramaikan Open Tournament Pencak Silat Wali Kota Gorontalo Cup 2025, Hadiah Rp100 Juta
Saat di lokasi yang kini dalam pengurusan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) maupun Izin Pertambangan Rakyat (IPR) itu memang menemukan sejumlah hal yang tak semestinya.
Mikson pun berkomentar di media. Sebab, saat itu itu juga sejumlah jurnalis meliput kedatangannya ke lokasi tersebut.
Kata Mikson, usai pertemuan itu, ia mendapat pesan ajakan bertemu dari seorang oknum penambang pada Kamis sore (27/11/2025).
Ia pun mengiyakan pertemuan tersebut. Sebagai politisi NasDem, Wakil Komisi DPRD Provinsi Gorontalo ini pun mengajak pertemuan itu di Kantor DPW NasDem.
Hal yang tak ia duga, dalam pertemuan itu ia malah nyaris dianiaya.
Ia mengaku terkejut dengan perlakuan mereka.
"Saya kaget juga, sempat syok saya, kok jadi begini?," ungkapnya.
Mikson menyebut bahwa ada kontak fisik yang ia alami hingga ke bagian leher.
Namun, menurutnya, video yang beredar di publik tidak menunjukkan kejadian secara utuh.
Baca juga: Pemprov Gorontalo Siapkan 5.642 Hektare Lahan Cetak Sawah di Pohuwato
Setelah ketegangan itu, kedua pihak sepakat masuk ke dalam sebuah kafe untuk membahas duduk persoalan secara baik-baik.
Di sana, Mikson menegaskan bahwa niatnya selama ini adalah murni menjalankan tugas dan menjalankan amanah masyarakat.