Bahasa Gorontalo
Kantor Bahasa Gorontalo Kembali Rayakan Bulan Bahasa dan Sastra 2025
Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menggelar peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2025 di Aula Kantor Bahasa, Jalan B.J. Habibie, Toto Utara,
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BULAN-BAHASA-Kantor-Bahasa-Provinsi-Gorontalo-menggelar-peringatan.jpg)
Ia menyebut ada beberapa program prioritas yang dijalankan, di antaranya pelindungan bahasa dan sastra, program literasi, hingga kegiatan penerjemahan yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap penggunaan bahasa yang baik dan benar.
Program-program ini sementara berjalan di Kantor Bahasa Gorontalo.
“Program perlindungan bahasa kami laksanakan agar bahasa daerah tetap terjaga, sementara Bahasa Indonesia terus diperkuat dalam fungsi publik,” ungkapnya.
Selain itu, Kantor Bahasa Gorontalo juga memiliki program literasi yang membantu masyarakat untuk memahami pentingnya penggunaan bahasa Indonesia
“Ada juga program literasi yang membantu masyarakat memahami pentingnya penggunaan bahasa yang sesuai kaidah,” tambahannya.
Arie menegaskan, pihaknya terus mendorong agar lembaga pemerintahan, sekolah, hingga media massa lebih konsisten menggunakan Bahasa Indonesia secara resmi dalam setiap kegiatan dan publikasi.
“Setiap lembaga wajib menggunakan Bahasa Indonesia dalam kegiatan formal. Kalau di daerah kita terbiasa mencampur dengan bahasa lain, maka fungsi Bahasa Indonesia di ruang publik akan melemah,” tegasnya.
Kegiatan ini selain diisi dengan diskusi dan seminar, Bulan Bahasa kali ini juga diisi dengan berbagai kegiatan seni dan literasi.
Panitia mencatat lebih dari 200 peserta terlibat langsung, baik secara luring di aula Kantor Bahasa maupun daring melalui platform digital.
Acara tersebut dimulai sejak pukul 08.00 hingga 13.00 Wita.
Kegiatan itu berlangsung dengan suasana penuh semangat kebahasaan.
Di sela-sela acara diisi dengan pembacaan karya sastra dan penampilan alat musik tradisional Gorontalo.
Para peserta tampak antusias mengikuti hingga akhir kegiatan.
Kantor Bahasa berharap, semangat Bulan Bahasa tahun ini menjadi pengingat bahwa Bahasa Indonesia adalah perekat bangsa dan simbol kedaulatan negara.(*/Jefry)