Bahasa Gorontalo
Kantor Bahasa Gorontalo Kembali Rayakan Bulan Bahasa dan Sastra 2025
Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menggelar peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2025 di Aula Kantor Bahasa, Jalan B.J. Habibie, Toto Utara,
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BULAN-BAHASA-Kantor-Bahasa-Provinsi-Gorontalo-menggelar-peringatan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menggelar peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2025 di Aula Kantor Bahasa, Jalan B.J. Habibie, Toto Utara, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (30/10/2025).
Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, sejumlah intansi, media hingga pegiat literasi dan bahasa.
Tahun ini, Bulan Bahasa mengusung tema “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju.”
Baca juga: Polda Gorontalo Jemput Paksa Tersangka Korupsi Jalan Nani Wartabone di Makassar
Ketua Panitia, Muh Lukman Hakim, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda nasional yang serentak dilaksanakan oleh 30 Kantor Bahasa di seluruh Indonesia.
Lukman menyebutkan, setiap Oktober Badan Bahasa menetapkan kegiatan ini sebagai momentum rutin untuk memperkuat kecintaan terhadap Bahasa Indonesia.
“Kegiatan ini adalah agenda utama Badan Bahasa yang rutin dilaksanakan setiap Oktober,” ujarnya.
Selain itu katanya, Dipilihnya bulan ini bukan hanya kebetulan akan tetapi berkaitan juga dengan hari Sumpah Pemuda.
“Pemilihan bulan ini tentu bukan kebetulan, karena memiliki kaitan langsung dengan sejarah besar bangsa, yakni peristiwa Sumpah Pemuda 1928.” terangnya.
Lukman mengatakan, melalui peringatan Bulan Bahasa dan Sastra, masyarakat diingatkan kembali bahwa semangat persatuan Indonesia dimulai dari pengakuan terhadap satu bahasa, yaitu Bahasa Indonesia.
“Pada tahun 1928 itu, bangsa kita untuk pertama kali menyebut diri sebagai Bangsa Indonesia, bukan lagi bangsa Melayu atau daerah tertentu. Dari situlah lahir kesadaran bahwa bahasa adalah identitas bangsa,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, kegiatan tahun ini dirancang tidak hanya sebagai seremonial semata akan tetapi juga wadah untuk memperkuat komitmen kebahasaan, baik di dunia pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga simbol kedaulatan,” katanya.
Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa mencintai bahasa berarti turut menjaga jati diri bangsa.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Arie Andrasyah Isa melalui via zoom menyampaikan arah kebijakan program kebahasaan yang tengah dijalankan.
Katanya, Kantor Bahasa memiliki peran penting dalam menjaga dan mengembangkan fungsi Bahasa Indonesia di tengah masyarakat.