PEMPROV GORONTALO
Soal Kajian Lalu Lintas di Jalan HOS Cokroaminoto, Dosen Gorontalo Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Pemerintah daerah diingatkan agar tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan terkait kebijakan transportasiB
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Sri-Sutarni-Arifin-dan-Jalan-HOS-Cokroaminoto.jpg)
“Harus lebih ditekankan pada pengawasan dan pengendalian,” tulisnya.
Baca juga: Dishub Gorontalo Akan Kaji Ulang Arus Lalu Lintas di Jalan HOS Cokroaminoto
Selain pengaturan arus dan trotoar, Sri Sutarni juga menyoroti praktik parkir liar yang masih marak di Kota Gorontalo.
Menurutnya, parkir liar menjadi salah satu penyebab utama kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di kawasan perkotaan.
“Parkir juga harus diatur, mengingat di Kota Gorontalo masih banyak parkir liar yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penertiban dan pengendalian parkir liar harus menjadi prioritas sebelum menerapkan kebijakan baru di bidang transportasi.
Sri Sutarni berharap pemerintah daerah dapat memperkuat koordinasi antarinstansi, terutama antara pemerintah kota dan provinsi, mengingat beberapa ruas jalan di Gorontalo berada di bawah kewenangan provinsi.
Menurutnya, tanpa koordinasi dan kajian teknis yang kuat, kebijakan transportasi berisiko menimbulkan persoalan baru.
“Kebijakan seperti ini sebaiknya berbasis kajian agar penataan lalu lintas tidak justru menimbulkan masalah baru,” pungkasnya.
Pandangan akademisi UNG tersebut menjadi pengingat bahwa dalam setiap kebijakan publik, khususnya di sektor transportasi dan tata ruang kota.
Pendekatan ilmiah dan teknis harus menjadi dasar utama agar penataan wilayah berjalan efektif dan berkelanjutan.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)