PPPK Paruh Waktu
2 Calon PPPK Paruh Waktu di Gorontalo Mengundurkan Diri Jelang Pelantikan, Ini Alasannya
Geladi pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di halaman UPTD Museum Purbakala Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Apel-geladi-bersih-menjelang-pelantikan-PPPK-paruh-waktu-di-halaman-UPTD-Museum-Purbakala.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Geladi pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di halaman UPTD Museum Purbakala Gorontalo berlangsung khidmat.
Kegiatan ini diikuti oleh PPPK dari berbagai wilayah Provinsi Gorontalo, mulai dari ujung barat Popayato hingga wilayah timur Pinogu.
“Mereka semangat karena ini merupakan hari yang bersejarah baik bagi mereka maupun Provinsi Gorontalo,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Gorontalo, Rifli Katili, kepada TribunGorontalo.com, Kamis (16/10/2025).
Rifli merinci jumlah peserta yang akan dilantik secara resmi pada besok mencapai 2.459 orang.
Jumlah itu terdiri dari sekitar 200-an guru, 99 tenaga kesehatan, dan sisanya adalah tenaga teknis yang tersebar di berbagai OPD.
Namun, di tengah persiapan yang berjalan lancar itu, ada dua peserta yang memilih mundur sebelum pelantikan.
“Jadi ada yang mengundurkan diri dua orang, yakni tenaga non ASN di RSUD Hasri Ainun dan satu dari SMK Wonosari,” kata Rifli.
Alasan mereka mundur pun cukup sederhana, namun dapat dimaklumi.
“Terinformasi mereka mengundurkan diri karena sudah mendapatkan pekerjaan di tempat lain,” jelasnya.
Meski ada dua yang mengundurkan diri, Rifli memastikan hal itu tidak memengaruhi proses pelantikan secara keseluruhan.
Pihaknya tetap melanjutkan seluruh tahapan gladi dan pelantikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Baca juga: Pesan Sekda Gorontalo Saat Geladi Pelantikan PPPK Paruh Waktu: Sudah ASN, Jangan Malas-Malasan
Ia pun menambahkan bahwa semangat para PPPK yang hadir tetap tinggi, mengingat pelantikan ini menjadi simbol perubahan status dari tenaga honorer menuju ASN paruh waktu yang telah lama mereka nantikan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa peralihan status ini bukan sekadar perubahan administrasi, melainkan juga tanggung jawab baru.
“Sekarang sudah ASN, sudah beda ketika jadi pegawai tidak tetap atau tetap tidak pegawai, sudah beda, sudah ASN,” tegas Sofian dalam arahannya.
Ia mengingatkan agar status baru sebagai ASN paruh waktu tidak membuat kinerja mereka menurun.