Rabu, 4 Maret 2026

Mapala Gorontalo Meninggal

Demi Penyelidikan! Makam Mapala Gorontalo Muhammad Jeksen Digali Polisi untuk Autopsi

Kepolisian menggali makam Muhamad Jeksen, mapala Gorontalo yang diduga meninggal akibat penganiayaan saat diksar. 

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Demi Penyelidikan! Makam Mapala Gorontalo Muhammad Jeksen Digali Polisi untuk Autopsi
Doc Keluarga
EKSHUMASI -- Prosesi penggalian makam (ekshumasi) Muhammad Jeksen di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (15/10/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kepolisian menggali makam Muhammad Jeksen, mapala Gorontalo yang diduga meninggal akibat penganiayaan saat diksar. 

Penggalian makam atau ekshumasi dilakukan pada Rabu pagi tadi (15/10/2025) hingga jelang salat juhur. 

Muhammad Jeksen dimakamkan di pekuburan keluarga di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menurut kuasa hukum keluarga, Ali Rajab, ekshumasi berjalan lancar tanpa kendala apapun. 

Menurut dia, bahwa keluarga mendukung ekshumasi demi terungkapnya pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas meninggalnya Muhammad Jeksen

Ia pun mewakili keluarga berharap, agar ekshumasi ini dapat memberikan bukti baru untuk penyelidikan kepolisian. 

Alli lebih lanjut membeberkan bahwa ekshumasi yang berlangsung beberapa jam itu dilakukan oleh Polres Bone Bolango, Provinsi Gorontalo dibantu oleh Polres Muna serta tim Inafis dari RS Bhayangkara Sultra. 

"Jadi tadi memang berjalan lancar tanpa halangan. Kepolisian bilang bahwa hasilnya akan keluar dalam beberapa hari," kata Alli. 

BTN Dibekukan

Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi membekukan organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Butayo Nusa.

Keputusan ini diambil usai Tim Investigasi Fakultas Ilmu Sosial UNG mengumumkan hasil penyelidikan pada Jumat (26/9/2025) ditandatangani ketua tim, Joni Apriyanto. 

Dalam laporan tersebut, tim menyatakan telah menelusuri administrasi kegiatan, melakukan klarifikasi kepada peserta, panitia, hingga dosen pembina kemahasiswaan, serta menyusun kronologi peristiwa.

Tim menemukan sejumlah kelemahan mendasar pada aspek administrasi kegiatan.

Proposal kegiatan hanya berisi rundown acara tanpa mencantumkan analisis risiko maupun rencana mitigasi darurat.

Selain itu, tidak ada bukti koordinasi resmi dengan pihak fakultas, baik terkait izin, pendanaan, maupun pengawasan.

Di sisi medis dan keamanan, kegiatan dinilai sangat lemah. Panitia tidak menyiapkan tim medis, tidak ada penanggung jawab lapangan dari pihak kampus, serta minim pengawasan dari pimpinan fakultas.

Situasi ini membuat keselamatan peserta diabaikan, hingga berujung pada meninggalnya salah satu mahasiswa peserta Diksar.

Berdasarkan temuan itu, Tim Investigasi merekomendasikan langkah tegas.

Pertama, membekukan seluruh kegiatan Mapala Butayo Nusa tanpa batas waktu sampai dilakukan evaluasi menyeluruh.

Kedua, menjatuhkan sanksi akademik berupa skorsing dua semester kepada Ketua Mapala Butayo Nusa dan panitia pelaksana Diksar, karena dinilai paling bertanggung jawab atas kelalaian yang terjadi.

Selain sanksi internal, Tim Investigasi juga merekomendasikan agar pihak kampus berkoordinasi dengan kepolisian untuk tindak lanjut hukum.

Pihak universitas menegaskan akan memperketat pengawasan kegiatan organisasi mahasiswa, khususnya aktivitas luar ruangan yang memiliki risiko tinggi.

Dengan pembekuan ini, seluruh aktivitas Mapala Butayo Nusa untuk sementara dihentikan.

Sementara Ketua Mapala dan panitia Diksar yang diskorsing dipastikan tidak dapat mengikuti kegiatan akademik selama dua semester ke depan.

Kronologi

Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Muhammad Jeksen (MJ), meninggal dunia setelah dilarikan ke RSUD Aloei Saboe Gorontalo pada Senin (22/9/2025).

MJ merupakan mahasiswa semester tiga Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNG.

Ia meninggal dunia setelah mengikuti program pendidikan dasar (diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala).

Menurut Ali Rajab, kerabat dekat korban, MJ sudah mengeluhkan sakit saat mengikuti diksar tersebut.

Karena kondisi fisiknya tidak lagi mampu, MJ lantas meminta dijemput oleh kawan-kawan paguyubannya dari lokasi diksar.

"Sejak semalam dijemput dari lokasi diksar, lalu meninggal Senin pagi ini," kata Ali, yang saat dihubungi TribunGorontalo.com, Senin (22/9/2025).

Ali tidak merinci penyakit yang diderita MJ. Ia hanya menyebutkan bahwa korban dijemput dalam kondisi sudah sakit.

Saat ini, pihak TribunGorontalo.com sedang berupaya mengonfirmasi informasi ini kepada pihak keluarga, kampus, dan panitia diksar. Dikabarkan, dekan FIS beserta jajarannya sudah menjenguk MJ di rumah sakit.  (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved