Bocah Hanyut di Gorontalo
Foto Pencarian dan Penemuan Jasad Bocah Awal Mohammad Hanyut di Sungai Bolango Gorontalo
Ratusan warga terus berdatangan untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga Awal Muhamad (10), bocah yang ditemukan meninggal dunia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KORBAN-Foto-Muhamad-Awal-dipotret-dari-unggahan-netizen.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Awal Muhammad, seorang bocah berusia 10 tahun hanyut di Sungai Bulango Gorontalo.
Sungai yang terpanjang bahkan menjadi sumber air utama di Kota Gorontalo.
Dengan memiliki panjang sekitar 100 kilometer, sungai ini bermuara ke Teluk Tomini.
Namun, dibalik perannya sebagai sumber air utama, Sungai Bolango ini kerap memakan korban akibat arus derasnya.
Dari Januari hingga Oktober 2025, sudah ada lima kasus warga hanyut di Sungai Bolengo termasuk peristiwa terbaru yang menimpa bocah 10 tahun bernama Awal Muhammad
Seorang anak lelaki yang kerap disebut sebagai sosok yang penurut dan periang.
Baca juga: Mushala di Kawasan Wisata Diyonumo Gorontalo Utara Bakal "Diperindah" Bupati Thariq Modanggu
Awal adalah anak pertama dari dua bersaudara, di mana sang adik baru berusia dua bulan. Sejak sang adik lahir, Awal disebut semakin perhatian terhadap keluarga dan kerap membantu ibunya di rumah.
“Kalau ibunya sibuk, dia yang bantu ambilkan apa yang diminta," ujar Muchtar menahan haru.
Selain itu, Awal juga kerap didapati sedang memandangi adiknya. "Kadang suka senyum-senyum sendiri lihat adiknya,” lanjutnya.
Di sekolah, Awal dikenal sebagai murid yang rajin dan sopan. “Makanya semua orang sayang sama dia,” kata Muchtar.
Awal Mohammad Ditemukan
Setelah sehari dicari, Awal Mohamad, bocah 10 tahun yang hanyut di Sungai Bulango, Provinsi Gorontalo, ditemukan.
Sayangnya, Awal ditemukan dalam kondisi meninggal jauh dari titik ia dikabarkan hanyut terbawa arus deras.
Sungai Bulango bermuara di Kota Gorontalo. Sungai ini mengalir dari wilayah Kabupaten Gorontalo dengan melewati belasan kecamatan.
Total sudah lima bocah yang hanyut hingga ditemukan meninggal di sungai ini. Bahkan, salah seorang korban hingga kini tak ditemukan.
Beruntung, meski dalam kondisi meninggal, namun jasad Awal bisa ditemukan tim SAR, gabungan dari Kantor SAR Gorontalo, Polisi, TNI, hingga masyarakat.
Awal ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 19.15 Wita oleh Tim SAR Gabungan Gorontalo, di sekitar wilayah Santorini, Kota Gorontalo.
Setelah ditemukan, tim segera mengevakuasi jenazah dan membawanya ke rumah duka.
Kakek korban, Muchtar Dama, tidak dapat menahan tangis saat jenazah cucunya tiba.
Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencarian sejak awal kejadian.
“Yang menemukan itu Tim SAR gabungan. Terima kasih banyak Pak, kami sekeluarga bersyukur kepada Allah SWT, walaupun cuma jasadnya yang kami temukan., "ujar Muchtar dengan suara bergetar.
Ia menambahkan, seluruh keluarga menerima dengan ikhlas kepergian Awal dan berharap semua bantuan serta doa masyarakat menjadi amal kebaikan.
“Insya Allah ini menjadi pahala dan kebaikan untuk semua yang membantu. Amin,” tambahnya.
Suasana Rumah Duka
Suasana haru menyelimuti rumah duka di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Selasa malam (14/10/2025)
Ratusan warga terus berdatangan untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga Awal Muhamad (10), bocah yang ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Bolango.
Pantauan Tribun Gorontalo hingga pukul 21.30 Wita, rumah keluarga korban masih dipadati warga.
Sejumlah tetangga, kerabat, dan sahabat berdiri di halaman rumah hingga ke tangga dan di pinggiran jalan.
Isak tangis terdengar di antara kerumunan yang larut dalam suasana duka.
Di dalam kamar kedua rumah itu, ayah dan ibu korban, Arman Mohamad dan Natalia Aksar, terus menangis di samping jasad putra sulung mereka.
Baca juga: Karena Tak Ikut Geladi Upacara, Guru Aniaya Siswa SD Pakai Batu hingga Tewas, Ini Kronologinya
Keduanya sejak pengantar jenazah tidak beranjak dari sisi Awal yang telah dimandikan dan dibaringkan di kamar tersebut.
“Mereka berdua menangis dari kemarin sore saat anaknya dikabarkan hilang,” ujar salah satu warga di sekitar rumah duka.
Warga lainnya mengatakan, hanya keluarga yang diperbolehkan masuk ke dalam kamar.
Sementara itu, keluarga besar dan tetangga duduk di ruang tengah sambil menenangkan kedua orang tua korban yang terus diliputi kesedihan.
Awal Muhammad Dikenal Penurut dan Suka Membantu Orang Tua
Di rumah sederhana yang didominasi cat hijau milik keluarga ini, suasana itu terus terasa sejak pagi.
Tangis sang ibu yang belum berhenti mengingat kondisi Awal hingga kini belum didapat sementara keluarga besar dan tetangga berusaha menenangkan.
Di tengah kesedihan itu, Muchtar Dama, kakek korban, mengenang cucunya sebagai anak yang periang dan penurut serta suka membantu orang tuanya di rumah.
“Kalau disuruh apa saja langsung jalan, tidak pernah bikin orang tua marah,” ujar Muchtar pelan dengan mata berkaca-kaca.
Awal adalah anak pertama dari dua bersaudara.
Sedangkan sang adik baru berusia dua bulan.
Sejak sang adik lahir, Awal disebut semakin perhatian terhadap keluarga dan kerap membantu ibunya di rumah.
“Kalau ibunya sibuk, dia yang bantu ambilkan apa yang diminta," ujar Muchtar menahan haru.
Selain itu, Awal juga kerap didapati sedang memandangi adiknya dengan mata yang berbinar dan mulut yang mengulum senyum.
Baca juga: Detik-detik Muhamad Hanyut di Sungai Bulago Gorontalo Diceritakan Lengkap oleh Keluarga
"Kadang suka senyum-senyum sendiri lihat adiknya,” lanjutnya.
Awal juga dikenal sebagai sosok yang periang dan mudah senyum.
Kata Muchtar, setiap kali ada orang yang melewati rumahnya, Awal selalu menyapa dengan senyuman khasnya.
Awal juga di sekolah merupakan murid yang dikenal rajin dan sopan.
Dia tidak pernah berbuat masalah apa pun di sekolah.
“Makanya semua orang sayang sama dia,” lanjutnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.