Pemkab Gorontalo Utara
Mushala di Kawasan Wisata Diyonumo Gorontalo Utara Bakal Diperindah Bupati Thariq Modanggu
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, kembali melaksanakan program andalannya “Bupati Melapor” dengan mengawali apel pagi
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BUPATI-MELAPOR-Momen-Bupati-Gorontalo-Utara-Thariq.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, kembali melaksanakan program andalannya “Bupati Melapor” dengan mengawali apel pagi bersama aparat kecamatan dan desa di Kecamatan Sumalata Timur.
Dalam kegiatan itu, Bupati Thariq didampingi oleh Asisten Pemerintahan, Asisten Ekonomi, sejumlah pimpinan OPD, serta Tim Ahli P3MD.
Agenda tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi 15 program prioritas dalam 100 Hari Kerja pemerintah daerah.
Usai apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan sosialisasi dan sinkronisasi Program Strategis Daerah dengan Program Desa se-Kecamatan Sumalata Timur.
Baca juga: Detik-detik Muhamad Hanyut di Sungai Bulago Gorontalo Diceritakan Lengkap oleh Keluarga
Kegiatan ini bertujuan agar arah pembangunan di tingkat desa sejalan dengan kebijakan daerah, sehingga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tak berhenti di situ, Bupati Thariq kemudian melanjutkan kunjungan ke Pulau Dionumo, salah satu destinasi wisata unggulan di Gorontalo Utara.
Di sana, ia melakukan pengecekan terhadap pembangunan mushola yang berada di kawasan wisata tersebut.
“Ohiyah benar saya lakukan pengecekan mushola di Pulau Dionumo,” ungkap Thariq kata Thariq saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, mushola di pulau tersebut sebenarnya sudah ada, namun memerlukan perbaikan agar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pengunjung.
Ia menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan tersebut, terlebih mushola itu ada di kawasan wisata ikonik Gorontalo Utara.
“Sebenarnya mushola tersebut sudah ada, namun perlu dilakukan perbaikan,” ujarnya.
Lebih jauh, Bupati Thariq menyampaikan tekadnya menjadikan mushola itu sebagai ikon spiritual dan estetika di destinasi wisata tersebut.
Baca juga: Keluarga Menkeu Purbaya Diduga Kerap Alami Gangguan Mistis, Unggahan Sang Anak Jadi Sorotan
“Saya bertekad menjadikan mushola itu sebagai mushola terindah di tempat wisata,” katanya.
Meski saat ini tidak ada lagi pembahasan anggaran, Thariq mengaku tetap berupaya agar proyek itu bisa terealisasi tahun ini.
Ia pun menargetkan agar mushola itu selesai sebelum akhir tahun 2025, sebagai bentuk respon atas aspirasi masyarakat setempat.
“Ini terbengkalai, sudah dibangun tapi tidak selesai. Atas permintaan masyarakat itu bisa saya selesaikan,” pungkas Bupati Thariq. (*/Jian)