Sejarah dan Budaya Gorontalo
2 WNA Belanda Cari Keluarganya di Gorontalo, Modal Foto Temukan Rumah dan Makam Kakek Nenek
Dua kakak beradik asal Belanda, Kenneth dan Yannick Boerleffef, menempuh perjalanan jauh ke Gorontalo demi menelusuri akar sejarah keluarga mereka.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KETURUNAN-GORONTALO-Kenneth-dan-Yannick-Boerleffef-dua-kakak-beradik-asal-Belanda.jpg)
Dari hasil yang ia gambarkan, silsilah keluarga mereka tersusun masih dapat ditelusuri dengan rapi.
Pertama, Johannes Coffin menikah dengan Beatrise Bendsneyder, keduanya merupakan generasi awal yang hidup di Gorontalo.
Dari pasangan itu lahir Anna Coffin, yang kemudian menikah dengan Eberhard Ostring, generasi kedua.
Selanjutnya Dari Anna dan Eberhard lahir Eef Ostring, yang menikah dengan Cees Boerleffef generasi ketiga.
Dari pasangan Eef dan Cees lahir Raymande Boerleffef, yang kini tinggal di Belanda generasi keempat.
Raymande Boerleffef adalah ibu dari Kenneth dan Yannick Boerleffef yang merupakan generasi kelima.
Artinya, Kenneth dan Yannick merupakan keturunan kelima dari pasangan Johannes Coffin dan Beatrise Bendsneyder, dua sosok yang diyakini menjadi titik awal garis keturunan mereka di Gorontalo.
Keduanya masih memiliki waktu tiga hari di Gorontalo dan berencana terus menelusuri petunjuk yang tersisa.
“Sebelum kembali, kami akan mengeksplor lagi banyak petunjuk barangkali ada hal lain yang bisa kami temukan, misalnya keluarga yang masih hidup,” kata mereka.
Dalam wawancaranya, keduanya secara spontan menyebut "Aduh" , "Ya Allah" , dan "Ini" yang kata mereka adalah kata-kata itu sering diucapkan oleh nenek mereka.
Dari perjalanan ini, dua kakak beradik asal Belanda itu tak hanya menemukan peninggalan keluarga mereka di tanah leluhur, tapi juga menemukan sebagian dari identitas diri mereka sendiri. (*/Jian)