Senin, 16 Maret 2026

Kultum Milenial

Kultum Milenial Mahasiswa IAIN Gorontalo, Ananda Saliko: 10 Malam Terakhir Ramadan, Mengejar Ampunan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadar bahwa Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab

Ringkasan Berita:
  • Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah fase paling berharga karena adanya malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari 1.000 bulan ibadah
  • Terjadi kontradiksi di mana jemaah masjid cenderung berkurang di akhir Ramadan karena lebih fokus pada persiapan duniawi, padahal Rasulullah justru meningkatkan kesungguhan ibadahnya di periode ini
  • Sepuluh malam terakhir ibarat garis finis sebuah perlombaan; umat Muslim diajak untuk memaksimalkan ibadah dan mengejar ampunan Allah sebelum Ramadan berakhir

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Saat ini kita berada dalam fase yang paling "mahal" dalam setahun, yaitu 10 malam terakhir di bulan Ramadan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadar bahwa Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, satu malam Lailatul Qadar nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan, atau lebih dari 83 tahun ibadah di luar bulan Ramadan.

Ini bukan kesempatan kecil, melainkan kesempatan yang sangat langka. Namun teman-teman sekalian, faktanya yang sering kita lihat justru sebaliknya. Pada awal Ramadan, masjid-masjid biasanya ramai dipenuhi jemaah. Salat tarawih dan qiyamul lail begitu semangat dilaksanakan.

Tetapi ketika memasuki 10 malam terakhir, justru banyak masjid yang mulai berkurang jemaahnya. Di sisi lain, pusat-pusat perbelanjaan justru semakin padat.

Promo dan diskon semakin menggoda, sehingga 10 malam terakhir yang seharusnya menjadi puncak ibadah bagi umat Muslim, justru sering berubah menjadi puncak kesibukan urusan dunia.

Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan teladan yang sangat berbeda. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan: "Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya."

Makna "mengencangkan ikat pinggang" adalah beliau bersungguh-sungguh meningkatkan ibadahnya.

Baca juga: 7 Fakta Kecelakaan Maut Kakak Beradik PNS Gorontalo, Panggilan Terakhir Fanni Jadi Sorotan

Kemudian dalam hadis riwayat At-Tirmidzi disebutkan: "Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Bayangkan, hanya dalam satu malam, Allah bisa menghapus dosa-dosa kita yang telah menumpuk selama bertahun-tahun. Ada satu kisah yang sangat menggetarkan dari Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Ketika beliau menjadi khalifah, pada malam hari beliau sering berkeliling kota Madinah untuk memastikan tidak ada rakyatnya yang kelaparan.

Pernah suatu malam beliau memanggul sendiri karung gandum untuk diberikan kepada seorang ibu dan anak-anaknya yang sedang kelaparan. Saat itu tidak ada kamera, tidak ada sorotan, tidak ada konten. Beliau memanggul sendiri karung gandum tersebut tanpa pengawal dan tanpa asisten. Setelah itu, beliau berdiri lama dalam salat malam, berdoa dengan penuh kekhusyukan.

Dari kisah ini kita bisa melihat keteladanan Umar bin Khattab. Beliau menjalankan tanggung jawab dunia dengan sangat baik, tetapi tetap menjaga akhiratnya dengan sungguh-sungguh.

Sementara hari ini, sering kali kita justru sibuk mempersiapkan hari raya. Kita sibuk checkout barang, memperhatikan harga diskon di toko online maupun pusat perbelanjaan.

Jangan sampai dunia mengambil alih 10 malam terbaik yang Allah hadiahkan kepada kita. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah yang artinya: "Berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan."

Jika Ramadan diibaratkan seperti sebuah perlombaan, maka 10 malam terakhir adalah garis finisnya. Tidak ada pelari yang memperlambat langkahnya ketika sudah mendekati garis finis. Namun, sering kali kita justru sebaliknya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 16 Maret 2026 (26 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:03
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved