TribunUMKM
Cerita Anak Muda Gorontalo Bangun Bisnis di Jalan Panjaitan
Jalan Panjaitan, Kota Gorontalo, kini menjadi kawasan kuliner dan tongkrongan malam. Deretan usaha kecil milik anak muda bermunculan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEDAGANG-Suasana-di-Jl-Panjaitan-Kota-Gorontalo.jpg)
Reporter: Siti Maghfirah Ente, Aprilia Tiara Putri, Awulia Nazifatussirri
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Jalan Panjaitan, Kota Gorontalo, kini menjadi kawasan kuliner dan tongkrongan malam.
Deretan usaha kecil milik anak muda bermunculan di sepanjang jalan ini. Denyut ekonomi baru pun menggeliat.
Salah satunya adalah Suki Li k’tabo, tempat jajanan milik Faisal Manaf (24), seorang mahasiswa yang baru sebulan merintis usaha.
Faisal menawarkan berbagai menu panggangan mulai dari sosis bakar, sate dumpling, hingga bakso bakar.
“Karena sudah semester akhir, saya direkomendasikan sepupu untuk coba buka usaha ini,” ujarnya sambil tersenyum.
Usaha yang buka setiap malam pukul 18.00–01.00 Wita ini menjadi favorit bagi pengunjung yang ingin ngemil sambil menikmati suasana malam Panjaitan.
Saat ramai, omzetnya bisa mencapai ratusan ribu per malam, meski Faisal mengaku belum banyak untung.
“Yang penting orang puas dulu, biar mereka datang lagi,” katanya.
Tak jauh dari sana, berdiri Warkop Kopianam, hasil kreativitas enam pemuda Gorontalo yang awalnya hanya “iseng” nongkrong.
Dari kebiasaan itu, muncul ide membuka tempat ngopi sendiri.
“Awalnya kami cuma gabut saja, lalu muncul ide buat buka tempat nongkrong,” tutur Moh Nur Faisal Gionte, salah satu pendiri Kopianam.
Dengan semangat dan modal bersama, mereka membuka angkringan sederhana.
Tak disangka, hanya dalam waktu tiga bulan, usaha itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Kini, Kopianam menjadi tempat favorit anak muda, terutama di malam Kamis dan malam Minggu.
“Kami akhirnya sepakat serius mengelola usaha ini. Lumayan hasilnya,” ujar Faisal.
Kopianam buka setiap hari, Selasa hingga Minggu malam, dan hanya libur di hari Senin.
Suasana hangat, alunan musik, dan aroma kopi menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Sementara itu, Choice Kopi, yang dikelola Hamka Polapa, menambah semarak kawasan tersebut.
Setelah menyelesaikan kuliah, Hamka dipercaya sang kakak untuk menjaga usaha kopi yang telah dirintis enam bulan sebelumnya.
Berada di depan Bank BTN, Bundaran Saronde, kedai ini dikenal dengan cita rasa kopi khas yang bahan bakunya didatangkan dari luar kota.
“Meski banyak pesaing, saya tetap yakin dengan rasa kopi kami,” kata Hamka.
Menu yang dijual pun beragam. Dalam satu malam, omzet Choice Kopi bisa mencapai ratusan ribu jika ramai.
Namun bagi Hamka, keuntungan bukanlah satu-satunya tujuan.
“Daripada hanya diam di rumah, lebih baik saya bantu kakak dan bangun kepercayaan pelanggan,” ujarnya.(*)
| Cerita Narwati Basiru, Pemilik Usaha Kue Tradisional Gorontalo |
|
|---|
| Kue Balok Lumer , Kuliner Hits di Kota Gorontalo yang Wajib Dicoba Saat Berbuka Puasa |
|
|---|
| Andri Laiya Ceria Kiat Mengelola Lapak UMKM Fashion di Gorontalo Utara |
|
|---|
| Hoya Kopi Hadirkan Konsep Street Coffee ala Kemping di Bawah Pohon Rindang di Gorontalo |
|
|---|
| Ibrahim Tuna Berharap Diberi Gerobak untuk Mengembangkan Usaha Cendolnya |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.