Berita Gorontalo
Anak Kecil Masih Mengemis di Lampu Merah Gorontalo, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Fenomena anak-anak yang masih banyak ditemui meminta-minta di persimpangan lampu merah di Kota Gorontalo kembali menyita perhatian
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/20122022_gelandangan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Fenomena anak-anak yang masih banyak ditemui meminta-minta di persimpangan lampu merah di Kota Gorontalo kembali menyita perhatian serius pemerintah daerah.
Padahal, dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit, sekitar 1,2 juta jiwa, kondisi ini dinilai mencerminkan adanya persoalan serius dalam perlindungan anak yang harus segera ditangani secara menyeluruh.
Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, menegaskan bahwa keberadaan anak-anak di jalan raya, terlebih hingga larut malam, merupakan bentuk eksploitasi yang sangat membahayakan keselamatan mereka.
“Dari sisi kacamata kami itu termasuk yang tidak melindungi anak,” tegas Yana, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, pemerintah harus benar-benar hadir untuk memastikan anak-anak tersebut tidak lagi berada di jalan.
Situasi yang mereka hadapi sangat tidak aman, terutama bagi anak perempuan yang sering kali masih berkeliaran hingga malam hari.
“Anak-anak itu dalam radar tidak aman, apalagi kalau perempuan. Mereka rawan sekali,” ujarnya.
Yana menjelaskan, Dinas Sosial sebagai leading sektor sudah berulang kali melakukan penertiban terhadap anak-anak yang mengemis di jalanan.
Mereka biasanya dibawa ke kantor untuk diberikan pencerahan dan pembinaan. Namun kenyataannya, masalah ini selalu berulang.
“Sudah berulang kali yang di jalan itu diangkut ke kantor, kemudian diberikan pencerahan. Tapi ternyata kembali lagi,” jelasnya.
Karena itu, Yana menilai perlu adanya evaluasi bersama dengan melibatkan berbagai pihak agar penanganan tidak hanya sebatas penertiban sesaat.
Sinergi dengan Satpol PP, pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga desa sangat dibutuhkan untuk mencari solusi jangka panjang.
Selain itu, ia menekankan pentingnya proses identifikasi anak-anak pengemis tersebut, apakah benar warga lokal atau justru berasal dari luar daerah.
“Apakah sudah ditangani? Sudah. Sudah pernah dan sudah berulang kali. Tapi ini persoalan yang terus berulang, jadi harus dilihat lebih dalam,” tegas Yana.
Dinas PPA Provinsi Gorontalo mendorong agar persoalan ini menjadi perhatian bersama.(*)
| Mahasiswa Pendidikan UNG Bicara Realita Profesi Guru, Ada yang Mengaku Sempat Menyesal |
|
|---|
| Tegas! Wagub Idah Syahidah Tutup Satu Dapur MBG di Kota Gorontalo, 3 Kali Teguran tak Digubris |
|
|---|
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|
| Nilai Zakat Fitrah Seluruh Wilayah di Gorontalo, dari Rp 40-45 Ribu, Berikut Detilnya |
|
|---|
| 5 Karyawan Tambang Pani Pohuwato Gorontalo Diduga Curi Material Mengandung Emas, 10 Kg Dibawa ke Kos |
|
|---|