Lebaran 2026
Jauh-jauh dari Manado, Erna Ahmad Pilih Buka Lapak di Pasar Senggol Gorontalo
Menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, pedagang musiman mulai meramaikan kawasan Pasar Senggol di pusat Kota Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/LEBARAN-Potret-suasana-Pasar-Senggol-Kota-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, pedagang musiman mulai membuka lapak di Pasar Senggol Kota Gorontalo.
- Tak hanya pedagang lokal, Erna Ahmad bahkan datang dari Pasar 45 Manado, Sulawesi Utara, untuk ikut berjualan seperti tahun-tahun sebelumnya.
- Ia menjual pakaian dan tas dengan harga terjangkau, sambil berharap pembeli mulai ramai mendekati hari raya.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, pedagang musiman mulai meramaikan kawasan Pasar Senggol di pusat Kota Gorontalo.
Tak hanya pedagang lokal, sejumlah penjual dari luar daerah juga sudah datang, termasuk dari Manado, Sulawesi Utara.
Pantauan Tribun Gorontalo, Jumat (13/3/2026), deretan lapak mulai berdiri di sepanjang Jalan Imam Bonjol, kawasan depan Colombus, hingga ke arah Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Letjen Suprapto.
Tenda-tenda sederhana tampak berjejer di tepi jalan dengan berbagai barang dagangan yang dipajang rapi.
Pakaian pria dan perempuan, tas, hingga aksesoris mulai memenuhi lapak-lapak musiman yang menjadi bagian dari tradisi belanja warga menjelang hari raya.
Salah satu pedagang pakaian, Erna Ahmad, mengaku datang dari Pasar 45 Manado, Sulawesi Utara, untuk ikut berjualan di Pasar Senggol Gorontalo.
Baca juga: Aturan Baru Beli Tiket Kapal Ferry saat Mudik Lebaran di Pelabuhan Gorontalo
“Kalau hari biasa saya jualan di Pasar 45 Manado. Tapi setiap menjelang Lebaran biasanya kami datang ke Gorontalo ikut Pasar Senggol,” ujar Erna kepada Tribun Gorontalo.
Menurut Erna, berjualan di Pasar Senggol Gorontalo sudah menjadi agenda rutin setiap Ramadan.
Ia bersama pedagang lainnya dari Manado memanfaatkan momen meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pakaian dan perlengkapan Lebaran.
Sejak pagi hari, Erna bersama pedagang lain sudah mulai membuka lapak dan menata barang dagangan.
Pakaian digantung di rak besi dan tali di dalam tenda, sementara tas serta aksesoris disusun di bagian depan lapak agar mudah dilihat pengunjung.
“Dari pagi kami sudah buka lapak. Kami susun pakaian, gantung di rak, sama atur tas yang dijual supaya kelihatan rapi,” katanya.
Di lapaknya, Erna menjual berbagai jenis pakaian pria dan perempuan serta tas dengan harga yang bervariasi.
Harga pakaian dibanderol mulai dari Rp60 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung jenis dan model.