Human Interest Story
Kisah 2 Pemuda Gorontalo Berangkat Umrah Berbekal Uang Rp2 Juta
Dua pemuda asal Gorontalo, Fani Rahmat Putra Hasyim dan Jufri Yusri Ali Monoarfa berangkat umrah via jalur darat.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Fani-Rahmat-Putra-Hasyim-dan-Jufri-Yusri-Ali-Monoarfa.jpg)
"Kami punya kelebihan, punya izin terapi bekam dan pijat," kata Fani.
Di setiap kota yang disinggahi, mereka menawarkan jasa terapi ini dengan tarif Rp250 ribu. Hasilnya digunakan untuk membiayai transportasi, makan, dan kebutuhan perjalanan lainnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Guru SD di Gorontalo Dilaporkan ke Polisi Usai Diduga Tampar Siswa
Perjuangan mereka tentu tak selalu mulus. Ada kalanya mereka harus bertahan lama di suatu kota karena sulit mendapatkan pelanggan. Bahkan, di Surabaya, mereka sama sekali tidak mendapatkan pelanggan.
"Tidak ada satu pun yang kita dapat (pelanggan)," kenang Fani.
Meski demikian, semangat mereka tak pernah padam. Mereka meyakini bahwa setiap langkah adalah ibadah, setiap keringat adalah doa, dan setiap penolakan adalah ujian kesabaran.
Kini, dukungan pun mulai berdatangan. Sebanyak sembilan usaha telah ikut menjadi sponsor perjalanan umrah unik ini.
Fani dan Jufri menargetkan tiba di Tanah Suci pada November 2025.
Bagi mereka, perjalanan ini bukan sekadar mencapai Makkah, melainkan tentang merasakan arti perjuangan menuju rumah Allah dengan penuh kerendahan hati.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)