Mapala Gorontalo Meninggal

10 Anggota Mapala BTN Universitas Negeri Gorontalo Diperiksa Polisi Buntut Kematian MJ

Sebanyak 10 anggota mahasiswa pecinta alam Butaiyo Nusa (BTN) diperiksa Polres Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

|
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
POLISI -- Kapolres Bone Bolango, AKBP Supriantoro, menjelaskan sejak informasi meninggalnya Muhamad Jeksen. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sebanyak 10 anggota mahasiswa pecinta alam Butaiyo Nusa (BTN) diperiksa Polres Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

BTN adalah organisasi mahasiswa (ormawa) di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). 

Pemeriksaan 10 anggota mapala ini berkaitan dengan meninggalnya Muhamd Jeksen (MJ), anggota baru mapala tersebut usai mengikuti pendidikan dasar (diksar).

Diketahui, bahwa 10 anggota mapala yang diperiksa merupakan panitia diksar di Tapadaa, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. 

Polisi memastikan langkah penyelidikan berjalan. Hal itu sebagaimana ditekankan oleh Kapolres Bone Bolango, AKBP Supriantoro.

“Mulai dari kemarin, dari pihak Polres Bone Bolango sudah meminta keterangan sebanyak 10 orang yang terkait dengan proses diksar mapala," kata Supriantoro.

Tak cuma anggota panitia diksar. Pihak Polres Bone Bolango juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang mengetahui kegiatan tersebut. 

"Akan berlanjut dengan pihak lainnya yang mengetahui diksar mapala tersebut,” jelasnya.

Supriantoro menambahkan, pihaknya sebenarnya berharap keluarga membuat laporan resmi. 

Namun, keluarga sempat mengira laporan ke polisi akan berimbas pada kewajiban autopsi. 

Untuk itu, Polres Bone Bolango melakukan langkah antisipasi dengan visum.

Hingga saat ini, Polres Bone Bolango belum dapat menyimpulkan penyebab kematian MJ. 

Polisi masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit.

“Untuk sementara belum bisa menyampaikan di sini. Nanti akan kami sampaikan apabila sudah ada hasil visum dan lainnya,” jelasnyaa

Ia juga menegaskan bahwa proses autopsi sebenarnya merupakan indikator penting untuk memastikan penyebab kematian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved