Mapala Gorontalo Meninggal
10 Anggota Mapala BTN Universitas Negeri Gorontalo Diperiksa Polisi Buntut Kematian MJ
Sebanyak 10 anggota mahasiswa pecinta alam Butaiyo Nusa (BTN) diperiksa Polres Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/AKBP-Supriantoro-menjelaskan-sejak-informasi-meninggalnya-Muhamad-Jeksen.jpg)
“Yang jelas untuk mengungkap kematian korban karena sudah meninggal dunia, pasti harus dilakukan autopsi. Kalau hanya visum saja belum bisa untuk membuktikan. Karena dalam persidangan hasil otopsi adalah suatu alat kunci yang penting untuk mengungkap penyebab kematiannya,” tegasnya.
Menurut Kapolres, jika kasus ini terus bergulir hingga proses hukum, maka ekshumasi (pembongkaran makam) sangat mungkin dilakukan untuk kepentingan otopsi.
“Keluarga korban menyampaikan tidak mau dilakukan untuk otopsi sehingga, kami dari kepolisian akhirnya mengizinkan untuk jenazah dibawa,” kata AKBP Supriantoro, Selasa (23/9/2025).
Meski begitu, sebelum jenazah dilepas dari rumah sakit, polisi memastikan sudah ada tindakan medis untuk mengantisipasi kebutuhan penyelidikan lebih lanjut.
Detik-detik MJ Meninggal
Sebelumnya, La Ode Amar, senior korban di salah satu paguyuban mahasiswa, sempat menerima pesan terakhir MJ pada Minggu (21/9/2025) malam.
Dalam pesan singkat itu, MJ meminta dijemput karena sakit.
“Jemput saya kak, saya sakit bawa saya ke rumah sakit,” kata Amar menirukan pesan korban.
Amar mengaku kaget ketika melihat kondisi korban saat dijemput dari sekretariat Mapala.
“Mukanya bengkak sudah tidak berbentuk,” ujarnya.
MJ sempat dibawa ke RS Bunda, namun karena ruang perawatan penuh, ia dipindahkan ke RS Aloei Saboe.
Kondisinya makin memburuk, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Senin (22/9/2025) sekitar pukul 07.00 Wita. (*/Jian)