Mapala Gorontalo Meninggal
Mapala Butaiyo Nusa FIS Universitas Negeri Gorontalo Terancam Disanksi Rektor
Meninggalnya mahasiswa bernama Muhamad Jeksen pada Senin 22 September 2025 kemarin memantik reaksi keras dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG)
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BEKUKAN-MAPALA-Rektor-Universitas-Negeri-Gorontalo-UNG-Eduart.jpg)
Kronologi Singkat
Kematian Muhamad Jeksen (MJ), mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengejutkan publik.
Ia meninggal usai mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala,.
Kasus ini pun masih menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar.
Dari keterangan saksi hingga riwayat kesehatan korban, berikut rangkuman fakta yang terungkap sejauh ini.
Minggu malam (21/9/2025), MJ sempat mengirim pesan singkat kepada seniornya, La Ode Amar.
Pesan itu berisi permintaan agar segera dijemput karena ia merasa sakit dan ingin dibawa ke rumah sakit.
“Jemput saya kak, saya sakit bawa saya ke rumah sakit,” kata Amar menirukan pesan tersebut.
Pesan ini menjadi titik awal terungkapnya kondisi MJ yang memburuk.
Bagi Amar, pesan itu awalnya dianggap sebagai keluhan sakit biasa.
Namun, belakangan diketahui bahwa pesan tersebut adalah tanda serius bahwa MJ sedang dalam kondisi kritis.
Ketika tiba di sekretariat Mapala, Amar terkejut melihat kondisi MJ. Wajah rekannya tampak bengkak mulai dari pipi hingga leher.
Kondisi itu membuat MJ kesulitan berbicara. Ia hanya bisa menuliskan kata-kata di ponsel untuk berkomunikasi.
Bagi Amar, perubahan fisik itu sangat mengejutkan. Ia menggambarkan wajah MJ “sudah tidak berbentuk” karena bengkak.
Fakta ini memperlihatkan bahwa kondisi kesehatan MJ sudah sangat parah sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Beberapa jam kemudian, MJ menghembuskan nafas terakhirnya. (*)