Mapala Gorontalo Meninggal
Mahasiswa Gorontalo Meninggal Diduga Usai Ikuti Diksar Mapala, Apa Itu Diksar dan Kegiatannya?
Seorang mahasiswa UNG meninggal usai mengikuti Diksar Mapala, kegiatan ekstrakurikuler untuk melatih fisik, mental, dan kepemimpinan di alam bebas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/mahasiswa-gorontalo-meninggal.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kabar duka datang dari salah satu mahasiswa di Gorontalo.
Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Muhamad Jeksen (MJ), meninggal dunia setelah mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), Senin (22/9/2025).
MJ tercatat sebagai mahasiswa semester 3 Jurusan Pendidikan Sejarah.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena melibatkan kegiatan ekstrakurikuler yang seharusnya mendidik namun berakhir tragis.
Ali Rajab, kerabat dekat MJ, mengungkapkan bahwa korban sempat mengeluhkan kondisi fisik yang kurang prima saat mengikuti Diksar.
Mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan, MJ meminta dijemput oleh kawan-kawannya dari lokasi Diksar.
Namun, setelah tiba di RS Aloei Saboe, mahasiswa tersebut meninggal pada pagi hari.
Pihak kampus, termasuk dekan FIS beserta jajaran, telah menjenguk MJ di rumah sakit.
Diksar Mapala adalah singkatan dari Pendidikan dan Latihan Dasar Mahasiswa Pecinta Alam, yang menjadi tahap orientasi dan pelatihan bagi calon anggota baru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala.
Kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter, disiplin, mental, serta kemampuan fisik peserta melalui pengalaman langsung di alam bebas.
Peserta dibekali keterampilan dasar bertahan hidup, seperti membuat tempat berlindung (shelter), mencari sumber air, mengenal tumbuhan yang dapat dimanfaatkan, menyalakan api, hingga navigasi di alam terbuka.
Selain penguatan fisik, Diksar juga menitikberatkan pada pengembangan kemampuan keorganisasian dan solidaritas antaranggota.
Peserta belajar bekerja sama, saling membantu, dan membangun rasa kebersamaan.
Materi mengenai pelestarian lingkungan alam turut diberikan untuk menanamkan kesadaran pentingnya menjaga ekosistem.
Tujuan utama Diksar adalah menghasilkan anggota Mapala yang tangguh, disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menghadapi tantangan di alam bebas dengan sikap yang bertanggung jawab.
Biasanya sebelum kegiatan berlangsung, setiap peserta diwajibkan memiliki surat keterangan sehat dari dokter, dilengkapi asuransi, dan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) kegiatan yang ketat.
Kurikulum Diksar juga distandarisasi untuk memastikan latihan dan materi yang diberikan aman dan seragam bagi seluruh peserta, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan atau insiden kesehatan yang serius.
Peristiwa meninggalnya MJ memunculkan sorotan publik terhadap pentingnya pengawasan intensif dan kesiapan fisik peserta dalam setiap kegiatan ekstrakurikuler di alam bebas.
Tidak hanya aspek fisik, kesiapan mental, kondisi kesehatan sebelum mengikuti latihan, serta respons medis cepat saat terjadi keluhan menjadi faktor yang tidak kalah penting.
Universitas dan panitia diharapkan meninjau kembali prosedur pelaksanaan Diksar untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Diksar Mapala, meskipun dirancang untuk mengasah kemampuan dan karakter mahasiswa, menegaskan perlunya keseimbangan antara pendidikan pengalaman lapangan dan jaminan keselamatan peserta.
Peningkatan pengawasan, pelatihan kesiapan fisik, serta kesiapan tim medis menjadi kunci agar tujuan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan tetap tercapai tanpa mengorbankan keselamatan.
Kegiatan ini juga menekankan nilai-nilai tanggung jawab, kepemimpinan, dan kolaborasi, yang diharapkan tertanam kuat pada setiap mahasiswa pecinta alam.
Kematian MJ menjadi pengingat penting bagi institusi pendidikan tinggi tentang tanggung jawab dalam menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler berisiko tinggi.
Pengawasan ketat, evaluasi prosedur, dan peningkatan standar keselamatan adalah langkah krusial untuk memastikan Diksar Mapala tetap menjadi sarana pendidikan dan pengembangan karakter yang aman, bermanfaat, dan membentuk mahasiswa siap menghadapi tantangan kehidupan nyata. (*)
Mapala Gorontalo Meninggal
Mahasiswa Gorontalo Meninggal
Pendidikan Sejarah
Diksar Mapala
Meaningful
Muhamad Jeksen
Pendidikan dan Latihan Dasar
| 9 Anggota Mapala BTN Universitas Negeri Gorontalo Resmi jadi Tersangka Penganiayaan, Termasuk Alumni |
|
|---|
| Update Kasus Kematian Jeksen Mapala Gorontalo Diungkap Polres Bone Bolango |
|
|---|
| Demi Penyelidikan! Makam Mapala Gorontalo Muhammad Jeksen Digali Polisi untuk Autopsi |
|
|---|
| Polres Bone Bolango Rencana Gali Makam Muhamad Jeksen Mapala Gorontalo Tewas Usai Diksar |
|
|---|
| Wadek FIS Universitas Negeri Gorontalo Akui Tanda Tangannya Dipalsukan Panitia Diksar Mapala |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.