Human Interest Story
Setia dengan Pahangga, Misi Nusi Bertahan hidup di Tengah Hutan Desa Modelidu Gorontalo
Dari sebuah pondok kayu sederhana di atas bukit Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, asap tipis mengepul tanpa henti.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEMBUAT-GULA-MERAH-Misi-Nusi-Warga-Desa-Modelidu-Kecamatan-Telaga-Biru.jpg)
Gula merah Gorontalo dikenal memiliki cita rasa berbeda: warnanya pekat, teksturnya padat, dan aromanya kuat karena dimasak lama dengan kayu bakar.
Meski permintaan tak seramai dulu, hasil buatan Nusi masih tetap dicari warga untuk bahan makanan tradisional seperti kolombengi, wapili, hingga ilabulo.
Sesekali, Nusi juga menanam jagung di kebunnya atau pergi ke Dulamayo untuk melihat lahan yang ditanami berbagai tanaman. Namun baginya, api tungku pahangga tetap menjadi pusat kehidupannya.
“Selama masih ada pohon enau dan kayu bakar, saya akan tetap buat gula merah,” ujarnya sambil menatap api yang terus menyala.
(*)