Berita Populer Gorontalo
Berita Lokal Gorontalo Populer Rabu 03 September: Cerita Siswa Selamat hingga 11 Pendemo Dibebaskan
Berikut 3 berita lokal Gorontalo yang populer di TribunGorontalo.com pada Rabu (03/09/2025)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Polda-Gorontalo-membebaskan-11-mahasiswa-rrrr888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut 3 berita lokal Gorontalo yang populer di TribunGorontalo.com pada Rabu (03/09/2025).
Ada cerita 2 siswa SMPN 1 Tilango Gorontalo yang selamat peristiwa pohon tumbang.
Ada berita mahasiswa geruduk Polda Gorontalo menuntut pembebasan Ketua IMM hingga 11 Mahasiswa yang ditangkap Polda Gorontalo akhirnya dipulangkan.
Berikut Ulasan 3 Berita lokal Gorontalo yang populer di Tribun Gorontalo :
1.Cerita 2 Siswa SMPN 1 Tilango Gorontalo Selamat dari Insiden Pohon Tumbang
Suasana belajar di SMP Negeri 1 Tilango, Kabupaten Gorontalo, berubah mencekam pada Senin (1/9/2025) ketika sebuah pohon besar tiba-tiba tumbang dan menimpa dua ruang kelas.
Di balik insiden yang menimpa sejumlah siswa dan seorang guru ini, dua siswi kelas VII berbagi cerita mencekam tentang bagaimana mereka selamat.
Nurain Hasan, siswi kelas VII-3, masih menyimpan trauma. Ia menceritakan saat kejadian, pelajaran Matematika sedang berlangsung ketika angin kencang datang.
"Setelah diberi tugas menulis tiba-tiba ada angin puting beliung, dan beberapa menit kemudian pohon tumbang," kenangnya dengan wajah pucat.
Dalam kepanikan, Nurain dan teman-temannya memilih untuk berlindung di bawah meja. Keputusan itu datang begitu saja, tanpa instruksi dari guru.
Nurain mengaku ia dan teman-temannya hanya ingin melindungi diri jika ada reruntuhan susulan.
Setelah kondisi mereda, mereka keluar dari kelas dengan cara merunduk. "Tidak tahu mau ke mana, teman-teman lain sembunyi di bawah meja," ujar Nurain lirih. Akibat insiden itu, ia sempat mengalami bengkak di kepala karena tertimpa plafon.
Cerita serupa datang dari Alya Mahajani, siswi kelas VII-2. Ia mengaku masih trauma meskipun tidak mengalami luka parah.
Alya berhasil selamat setelah lari sesaat sebelum tembok beton di ruang kelasnya runtuh.
"Pas saya sudah lari itu, baru jatuh," ungkapnya lega.
Meskipun hanya terkena percikan reruntuhan, Alya teringat jelas bagaimana dirinya nyaris tertimpa beton. Baginya, detik-detik mengerikan itu terasa begitu cepat.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tilango, Sutirman Kaharu, memastikan seluruh siswa yang terdampak sudah mendapatkan penanganan.
Dua ruang kelas yang rusak kini dipindahkan ke ruang cadangan dan laboratorium komputer agar kegiatan belajar tetap berjalan.
Sutirman menambahkan, tenaga medis dan psikolog dari Pemerintah Daerah juga telah disiapkan untuk membantu mengatasi trauma anak-anak.
Dari 12 siswa yang sempat dibawa ke puskesmas, tujuh sudah kembali bersekolah, sementara lima lainnya masih dalam pemantauan.
Seorang guru Matematika yang menjadi korban juga masih harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Kondisinya kepalanya agak sakit dan menunggu CT scan dari rumah sakit," pungkas Sutirman.
Selengkapnya >>> Cerita 2 Siswa SMPN 1 Tilango Gorontalo Selamat dari Insiden Pohon Tumbang
2. Puluhan Mahasiswa Geruduk Polda Gorontalo, Tuntut Ketua IMM Dibebaskan
Puluhan massa aksi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gorontalo mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo, Selasa (2/9/2025) siang.
Kedatangan massa dengan jas almamater merah marun itu untuk menuntut pembebasan Ketua DPD IMM Gorontalo, Mohamad Arif Hidayatullah Bina.
Arif ditahan usai aksi unjuk rasa di simpang lima Telaga, Kota Gorontalo, yang berakhir ricuh pada Senin (1/9/2025) malam.
Massa aksi yang berasal dari berbagai cabang IMM se-Provinsi Gorontalo, mulai dari Pohuwato hingga Kota Gorontalo, berkumpul di depan Mapolda sekitar pukul 14.30 Wita.
Mereka membawa bendera organisasi, berorasi dengan pengeras suara dari mobil pikap putih, dan berjejer di pintu masuk Mako Polda.
Ketua IMM Kota Gorontalo, Arya Syahrain, menegaskan pihaknya menolak penahanan ketua DPD IMM.
“Kami meminta Kapolda untuk membebaskan ketua kami yang ditahan pihak kepolisian. Jika tidak dipenuhi, kami akan membawa massa lebih banyak lagi,” ujarnya lantang.
Arya menilai penahanan Arif tidak adil.
Menurutnya, Arif bahkan sudah memilih mundur dari barisan saat situasi aksi mulai ricuh.
“Ketua kami tidak melakukan anarkis. Kenapa justru ketua kami yang ditahan?” tegasnya.
Pantauan TribunGorontalo.com, aparat kepolisian tampak berjaga di dalam pagar Mapolda.
Sementara itu, beberapa pimpinan IMM sudah masuk ke Mapolda untuk melakukan konsultasi terkait upaya pembebasan Arif.
Hingga berita ini diturunkan, proses konsultasi antara pengurus IMM dan pihak kepolisian masih berlangsung di Mapolda Gorontalo.
Massa aksi yang berada di luar pagar Mapolda memilih menunggu hasil pertemuan tersebut.
“Kami akan tetap di sini sampai ada keputusan. Ketua kami harus bebas,” teriak salah satu orator IMM dari atas mobil komando.
Selengkapnya >>> Puluhan Mahasiswa Geruduk Polda Gorontalo, Tuntut Ketua IMM Dibebaskan
3. 11 Mahasiswa yang Ditangkap Polda Gorontalo Dipulangkan
Gorontalo pasca rusuh unjuk rasa di Simpang Lima, perbatasan Kota Gorontalo dan Telaga, Kabupaten Gorontalo pada Senin (01/9/2025).
Tak hanya oleh rekan-rekannya, belasan mahasiswa ini dijemput langsung orangtua masing-masing.
Pantauan Tribun Gorontalo, sekitar pukul 20.00 Wita, satu per satu mahasiswa keluar dari gerbang Mapolda yang berlokasi di Jalan Ahmad A. Wahab, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Mereka sudah ditunggu oleh rekan-rekannya di luar gerbang Polda Gorontalo.
Begitu para mahasiswa itu melangkah keluar, sorak-sorai dan teriakan dukungan langsung menggema, seolah menjadi tanda kemenangan kecil setelah seharian penuh diwarnai ketegangan.
Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Gorontalo, Kombes Ade Permana, menjelaskan bahwa pembebasan ke-11 mahasiswa tersebut merupakan kebijakan khusus dari Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Widodo.
“Mahasiswa yang dibebaskan malam ini murni karena ketulusan dan kebesaran hati Kapolda Gorontalo,” ujarnya.
Ade menegaskan, meski telah dibebaskan, para mahasiswa tetap diberikan catatan penting.
Mereka hanya diperbolehkan pulang setelah orang tua atau wali hadir langsung menjemput, sekaligus menandatangani surat pernyataan bahwa anak mereka tidak akan kembali terlibat dalam aksi demonstrasi anarkis.
“Silakan menyampaikan aspirasi lewat demo, tapi jangan sampai merusak fasilitas umum. Kalau nanti ada yang mengulangi dengan kasus yang sama, maka berkas yang sudah dikumpulkan akan dinaikkan ke tahap penyidikan,” tegasnya.
Terkait dugaan pengrusakan fasilitas umum yang sempat disangkakan, polisi masih akan melakukan pendalaman lebih lanjut.
Begitu pula dengan viralnya potongan video yang memperlihatkan dugaan pemukulan oleh aparat, pihak Polda menyatakan akan melakukan penyelidikan lanjutan.
Adapun pasal yang sempat disangkakan kepada para mahasiswa ialah Pasal 160 junto 170 junto 155 KUHP, terkait dugaan penghasutan untuk melakukan tindak pidana.
Selengkapnya >>> 11 Mahasiswa yang Ditangkap Polda Gorontalo Dipulangkan
| GORONTALO POPULER: Warga Sumatera Kagum Lihat Kokoo-Kronologi Kasus Pembunuhan Remaja 13 Tahun |
|
|---|
| Top 3 Berita Gorontalo: Nenek Tunanetra Mengeluh Bansos Terhenti hingga Bupati Murka ASN Terlambat |
|
|---|
| GORONTALO POPULER: Mayat Kos Terungkap, Jalan Ippot Tapa Berpasir, UNG Beri Beasiswa Penuh |
|
|---|
| GORONTALO POPULER: Rumah Dibobol Rp75 Juta Raib, Larangan Kandang Ayam, Hingga 268 Pejabat Dilantik |
|
|---|
| GORONTALO POPULER: Arisan Bodong Pohuwato, Kebakaran Bone Raya, UHC Awards 2026, SDN 1 Diresmikan |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.