Senin, 16 Maret 2026

Pohon Tumbang di Gorontalo

Cerita 2 Siswa SMPN 1 Tilango Gorontalo Selamat dari Insiden Pohon Tumbang

Suasana belajar di SMP Negeri 1 Tilango, Kabupaten Gorontalo, berubah mencekam pada Senin (1/9/2025) ketika sebuah pohon besar tumbang

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita 2 Siswa SMPN 1 Tilango Gorontalo Selamat dari Insiden Pohon Tumbang
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
POHON TUMBANG -- Nurain Hasan, siswa kelas VII-3 (kiri) dan Alya Mahajani, siswa kelas VII-2 (kanan) SMP Negeri Tilango, Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Selasa (2/9/2025). Nurain dan Alya cerita detik-detik saat pohon tumbang. (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu) 

TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana belajar di SMP Negeri 1 Tilango, Kabupaten Gorontalo, berubah mencekam pada Senin (1/9/2025) ketika sebuah pohon besar tiba-tiba tumbang dan menimpa dua ruang kelas. 

Di balik insiden yang menimpa sejumlah siswa dan seorang guru ini, dua siswi kelas VII berbagi cerita mencekam tentang bagaimana mereka selamat.

Nurain Hasan, siswi kelas VII-3, masih menyimpan trauma. Ia menceritakan saat kejadian, pelajaran Matematika sedang berlangsung ketika angin kencang datang. 

"Setelah diberi tugas menulis tiba-tiba ada angin puting beliung, dan beberapa menit kemudian pohon tumbang," kenangnya dengan wajah pucat.

Dalam kepanikan, Nurain dan teman-temannya memilih untuk berlindung di bawah meja. Keputusan itu datang begitu saja, tanpa instruksi dari guru. 

Nurain mengaku ia dan teman-temannya hanya ingin melindungi diri jika ada reruntuhan susulan. 

Setelah kondisi mereda, mereka keluar dari kelas dengan cara merunduk. "Tidak tahu mau ke mana, teman-teman lain sembunyi di bawah meja," ujar Nurain lirih. Akibat insiden itu, ia sempat mengalami bengkak di kepala karena tertimpa plafon.

Cerita serupa datang dari Alya Mahajani, siswi kelas VII-2. Ia mengaku masih trauma meskipun tidak mengalami luka parah. 

Alya berhasil selamat setelah lari sesaat sebelum tembok beton di ruang kelasnya runtuh. 

"Pas saya sudah lari itu, baru jatuh," ungkapnya lega.

Meskipun hanya terkena percikan reruntuhan, Alya teringat jelas bagaimana dirinya nyaris tertimpa beton. Baginya, detik-detik mengerikan itu terasa begitu cepat.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tilango, Sutirman Kaharu, memastikan seluruh siswa yang terdampak sudah mendapatkan penanganan. 

Dua ruang kelas yang rusak kini dipindahkan ke ruang cadangan dan laboratorium komputer agar kegiatan belajar tetap berjalan. 

Sutirman menambahkan, tenaga medis dan psikolog dari Pemerintah Daerah juga telah disiapkan untuk membantu mengatasi trauma anak-anak.

Dari 12 siswa yang sempat dibawa ke puskesmas, tujuh sudah kembali bersekolah, sementara lima lainnya masih dalam pemantauan. 

Seorang guru Matematika yang menjadi korban juga masih harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

"Kondisinya kepalanya agak sakit dan menunggu CT scan dari rumah sakit," pungkas Sutirman.

Baca juga: Polda Gorontalo Periksa Mahasiswa, Telusuri Provokator hingga Perusak Pos Polisi

Kondisi korban

POHON TUMBANG – Ruang kelas SMP Negeri 1 Tilango rusak ditimpa pohon. Dua siswa dilarikan ke puskesmas terdekat.
POHON TUMBANG – Ruang kelas SMP Negeri 1 Tilango rusak ditimpa pohon. Dua siswa dilarikan ke puskesmas terdekat. (Tangkapan layar video Facebook)

Kondisi para siswa SMP Negeri 1 Tilango yang menjadi korban insiden pohon tumbang mulai membaik. 

Dari 12 siswa yang sempat dirawat, tujuh di antaranya sudah kembali ke sekolah, sementara lima lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Tilango.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tilango, Sutirman Kaharu, menjelaskan bahwa para siswa baik-baik saja dan telah mendapatkan layanan psikolog dari Pemerintah Daerah. 
Layanan ini dinilai sangat membantu pemulihan mental siswa yang mengalami trauma pasca-kejadian.

Namun, kondisi berbeda dialami oleh seorang guru matematika. 

Guru tersebut masih dirawat intensif di rumah sakit dan sedang menunggu hasil CT scan karena mengalami sakit di bagian kepala.

Sutirman menduga, posisi guru yang sedang berdiri saat mengajar menjadi alasan mengapa hanya ia yang tertimpa plafon, sementara para siswa yang berada di bawah meja berhasil selamat. 

"Plafonnya itu tertimpa sama dia semua, karena dia menutupi gurunya, sehingga anak-anak terbebas dari plafon," ungkapnya.

Meskipun ruang kelas rusak dan guru masih dirawat, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan menggunakan ruang cadangan dan dukungan psikologis untuk para siswa.

 


(Tribungorontalo.com/jp)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 16 Maret 2026 (26 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:03
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved