Jumat, 6 Maret 2026

Demo Mahasiswa Gorontalo

Janji Dipenuhi, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili Batal Mundur

Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, menegaskan dirinya tidak jadi mundur dari jabatannya.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Janji Dipenuhi, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili Batal Mundur
FOTO: Wawan Akuba, TribunGorontalo.com
KETUA DEPROV -- Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili saat hadiri demo Aliansi Merah Maron, Senin (1/9/2025). FOTO: Wawan Akuba, TribunGorontalo.com 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, menegaskan dirinya tidak jadi mundur dari jabatannya.

Hal itu setelah berhasil memenuhi tuntutan massa aksi Aliansi Merah Maron yang digelar di Tugu Saronde, Kota Gorontalo, Senin (1/9/2025).

Thomas menyebut sebelumnya ia sempat mendapat desakan untuk mundur.

Sebab, ia diminta harus bisa menghadirkan pimpinan daerah dalam aksi tersebut.

Namun, ia mengklaim telah menepati janji dengan mendatangkan langsung tiga pimpinan daerah sekaligus satu tambahan.

“Saya sudah tepati janji, saya hadirkan tiga pimpinan. Bahkan ada bonus satu, saya hadirkan juga ibu Wakil Gubernur Idah Syaidah. Artinya saya tidak jadi mundur,” ujar Thomas Mopili di hadapan massa aksi.

Dalam aksi yang berlangsung hingga sore hari itu, Thomas duduk bersila bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syaidah, serta Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo di tengah kerumunan massa.

Kehadiran mereka membuat situasi yang sempat memanas menjadi lebih kondusif.

Thomas juga menegaskan akan ikut mengawal seluruh tuntutan mahasiswa bersama dengan eksekutif dan aparat penegak hukum.

Ia mendukung langkah gubernur yang berjanji mengantar langsung surat tuntutan mahasiswa ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Saya sepakat dengan Pak Gubernur untuk mengawal surat tuntutan ini ke Kemendagri dan juga menghadirkan perwakilan mahasiswa mendampingi beliau ke Jakarta,” tambahnya.

Aksi unjuk rasa Aliansi Merah Maron yang mayoritas diikuti mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menuntut sejumlah kebijakan, mulai dari pencopotan pejabat bermasalah, kajian ulang dana pensiun, hingga isu lingkungan dan reformasi institusi kepolisian.

Sementara itu, di saat aksi di Bundaran Saronde berjalan lancar meski sempat penuh ketegangan, aksi di Simpang Lima justru berujung ricuh.

Dampaknya, ada setidaknya 14 mahasiswa  yang sempat diamankan oleh kepolisian, meski tersisa 11 orang yang masih diamankan. 

Sebelas mahasiswa yang diamankan ini setelah kondisi unjuk rasa berujung ricuh dengan gas air mata ditembakan polisi ke arah massa. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 06 Maret 2026 (16 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:12
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved