Viral Gorontalo
Profil PT Merdeka Gold Resources Tbk, Perusahaan Disorot usai Pesta di Tengah Bencana Gorontalo
PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video pesta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PARTY-Viral-pegawai-perusahaan-emas-di-Pohuwato.jpg)
Ringkasan Berita:
- Video pesta di area perusahaan viral saat warga Desa Hulawa dilanda banjir, memicu kecaman luas
- Perusahaan tambang emas ini sebelumnya sudah disorot warga karena aktivitas eksplorasi disebut memperparah dampak banjir
- Manajemen Pani Gold Mine menyampaikan permintaan maaf tertulis
TRIBUNGORONTALO.COM – PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video pesta dengan iringan musik DJ dan aksi joget dua biduan viral di media sosial.
Peristiwa itu disebut berlangsung di lingkungan perusahaan tambang emas, tepat di saat warga Desa Hulawa tengah dilanda duka akibat banjir.
Video yang beredar memperlihatkan suasana hiburan di area perusahaan dengan pencahayaan temaram. Dua biduan tampil dengan goyangan yang dinilai tidak pantas, diiringi musik disc jockey (DJ). Momen tersebut disebut terjadi saat pergantian tahun baru.
Lokasi perekaman video diketahui berada di area PT Merdeka Gold Resources Tbk, anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Perusahaan ini merupakan salah satu emiten tambang emas terbesar di Indonesia.
Publik bereaksi keras karena video pesta itu muncul di tengah kondisi banjir yang melanda Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. Desa tersebut beririsan langsung dengan kawasan pertambangan emas perusahaan.
Situasi menjadi sensitif karena perusahaan tambang ini sebelumnya kerap disorot warga. Aktivitas eksplorasi di kawasan puncak desa disebut-sebut memperparah dampak banjir yang merendam permukiman.
Meski pihak perusahaan menegaskan kegiatan eksplorasi dilakukan sesuai prinsip lingkungan, sebagian masyarakat tetap menilai keberadaan tambang membawa dampak serius terhadap kondisi alam sekitar.
Tak heran, ketika video pesta viral, kemarahan warga dan warganet tak terbendung. Kolom komentar di berbagai platform media sosial dipenuhi kritik keras. Banyak netizen menilai aksi tersebut tidak memiliki empati sosial.
Setelah menuai gelombang kritik, pihak perusahaan menyampaikan permintaan maaf secara tertulis. Dokumen PDF yang beredar luas berisi pernyataan manajemen Pani Gold Mine, salah satu unit operasi MGR.
Dalam pernyataan itu, manajemen menyebut telah melakukan evaluasi internal menyeluruh atas peristiwa yang terekam dalam video. Mereka meminta maaf kepada pemerintah daerah dan masyarakat Bumi Panua.
Perusahaan menegaskan bahwa perilaku dalam video tidak sejalan dengan nilai profesionalisme, empati sosial, serta tata perilaku perusahaan.
Manajemen juga menyatakan telah mengambil tindakan sesuai ketentuan internal, sekaligus memperkuat disiplin dan kepedulian sosial ke depan.
Di sisi lain, perusahaan menyampaikan komitmen untuk tetap melanjutkan proses pemulihan pascabanjir di Desa Hulawa.
Sejumlah bantuan disebut telah disalurkan, mulai dari pembersihan rumah dan masjid, perbaikan akses jalan, perbaikan pipa PDAM, hingga penyaluran makanan.
Manajemen menegaskan bahwa perusahaan berupaya hadir dan membersamai masyarakat dalam masa pemulihan.
Empati mendalam juga disampaikan kepada seluruh warga terdampak banjir. Perusahaan berharap proses pemulihan berjalan baik agar masyarakat kembali beraktivitas normal.
Baca juga: Kronologi Penikaman di Cafe Starlight Gorontalo, Pria 30 Tahun Sempat Cekcok sebelum Tewas
Profil Perusahaan
PT Merdeka Gold Resources Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 23 September 2025. Perusahaan ini bergerak di sektor barang baku dengan fokus pada industri logam dan mineral.
Kode saham perusahaan adalah EMAS, dengan induk usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Saat IPO, perusahaan melepas 1,61 miliar saham biasa dengan nominal Rp150 per saham, setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor.
Harga IPO ditetapkan Rp2.880 per saham.
Per 1 Januari 2026, harga saham EMAS tercatat Rp5.550 per saham.
Kapitalisasi pasar perusahaan mencapai Rp81,7 triliun.
Volume perdagangan saham EMAS mencapai 18,28 juta lembar dengan nilai transaksi Rp14,7 miliar.
Meski sempat menuai sorotan publik, kinerja saham perusahaan tetap menunjukkan tren positif sejak IPO.
Manajemen Utama
Perusahaan dipimpin oleh President Director Boyke Poerbaya Abidin.
Posisi Chief Operating Officer dijabat oleh Luke Daniel Morris.
Chief of Commercial & Business Support adalah Eric Rahardja.
Head of Internal Audit dijabat oleh Marco Di Sebastiano.
Corporate Secretary sekaligus Director adalah Adi Adriansyah Sjoekri.
Struktur manajemen ini menunjukkan kombinasi pengalaman lokal dan internasional dalam mengelola perusahaan tambang emas berskala besar.
(TribunGorontalo.com/*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.