Seputar Polisi
Bripka Diana Holung, Srikandi Brimob dengan Jejak Prestasi Mendunia
Bripka Diana Holung adalah sosok polisi yang namanya tak lagi hanya dikenal di Gorontalo, melainkan juga di panggung internasional.
TRIBUNGORONTALO.COM - Bripka Diana Holung adalah sosok polisi yang namanya tak lagi hanya dikenal di Gorontalo, melainkan juga di panggung internasional. Dari lorong-lorong markas Brimob hingga medan misi perdamaian PBB di Afrika, Diana membuktikan bahwa dedikasi dan profesionalisme polisi Indonesia mampu bersaing di level global.
Lahir di Manado, 30 Oktober 1984, Diana meniti karier sejak lulus Diktukba Polwan 2005 Gelombang 2 dan ditempatkan di Satbrimobda Gorontalo. Nyaris dua dekade—19 tahun 7 bulan—ia mengabdi tanpa henti.
"Saya lulusan Diktukba Polwan 2005 Gelombang 2 penempatan Satbrimobda Gorontalo sebagai Ba Brimob," ujarnya.
Di kesatuannya, Diana pernah memegang beragam jabatan, mulai Bamin Ops, Bamin Log, hingga Ps Panit 2 Wanteror. Namun, yang membuatnya menonjol adalah konsistensinya menorehkan prestasi.
Pada 2015, ia dinobatkan sebagai Siswa Trengginas Dasba Brimob angkatan 29 di Watukosek. Delapan tahun berselang, ia meraih penghargaan dari Kapolda Gorontalo atas kiprahnya dalam misi perdamaian PBB di Mali. Bahkan, ia mencatat sejarah sebagai bintara pertama yang lulus sebagai Tester FPAT AOC PBB di Entebbe, Uganda (2023).
Polisi Wanita di Garda Depan Perdamaian Dunia
Langkah Diana di misi internasional jarang dimiliki polisi wanita. Ia dua kali terjun di misi perdamaian PBB.
"Misi pertama kami di Central Afrika dalam Misi Minusca sebagai Liaison officer bahasa Perancis selama 15 bulan pada tahun 2019 - 2020," tuturnya.
Kemampuan bahasa yang ia kuasai—Indonesia, Inggris, dan Prancis—membawanya ke posisi strategis sebagai Liaison Officer Bahasa Perancis pada FPU 1 Minusca.
Perjalanan berlanjut ke Misi Minusma di Mali, salah satu zona dengan risiko keamanan tertinggi.
Baca juga: Sosok Bripka Diana Holung, Srikandi Brimob Gorontalo Kuasai 3 Bahasa hingga Jalani Misi PBB
"Ancaman bom dari teroris dirasakan oleh anggota PBB yang bertugas dan proses perekrutan di misi Mali sangat ketat," terangnya.
Selain itu, Diana pernah menjadi trainer SWAT Senegal, LO UNPOL dengan Militer dan OCHA, hingga Casevac Officer di bawah pilar operasi.
"Kami dipilih karena memiliki latar belakang pernah bertugas di Unit Jibom dan Wanteror, pengalaman kami sebagai FPU di misi Minusca dan keahlian berbahasa Perancis," imbuh Diana.
Meski berprestasi di garis depan, Diana tidak menutupi tantangan personal yang ia hadapi.
"Hal tersulit di misi adalah mengatur waktu untuk keluarga yaitu anak-anak dan orang tua, karena perbedaan waktu antara 5-6 jam," ungkapnya.
| Mobil Fortuner Terjungkal di JDS Kota Gorontalo, Identitas Sopir dan Penumpang Terungkap |
|
|---|
| Breaking News: Kecelakaan Mobil Fortuner di JDS Kota Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Yeti Mahmud Korban Kebakaran Rumah di Siendeng Gorontalo, Pekerja Keras dan Baik Hati |
|
|---|
| Rumah Alam Dunggala, Wisata Gorontalo Menuju Taman Satwa Profesional |
|
|---|
| GORONTALO TERPOPULER: Fakta-fakta Kebakaran Rumah di Siendeng, Kondisi Yeni Mahmud dan Keluarga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bripka-Diana-Holung.jpg)