Berita Nasional
Rupiah Menguat ke Rp17.863 per Dolar AS, Efek BI Naikkan Suku Bunga Darurat
Nilai tukar rupiah berhasil mencatat penguatan terhadap dolar Amerika Serikat setelah Bank Indonesia mengambil langkah tak biasa dengan menaikkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RDP-Usai-RDG-Darurat-BI-Rupiah-Menguat-di-Tengah-Konflik-Timur-Tengah.jpg)
Selain menarik kembali arus modal asing, pemerintah dan Bank Indonesia juga berupaya menjaga kecukupan likuiditas di sektor keuangan.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia dengan peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan bank sentral kepada pemerintah.
“Sama-sama menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan cara pengelolaan kas pemerintah tetap di BI, tapi itu saja ada peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah,” lanjut Perry.
Ia menegaskan, koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor penting agar operasi moneter tetap efektif menjaga stabilitas rupiah tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
“Dengan demikian operasi moneter itu tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. Dua hal itu yang kami lakukan,” ujar dia.
Meski sempat berada di bawah tekanan akibat gejolak global, respons cepat Bank Indonesia tampaknya berhasil memberikan sentimen positif bagi pergerakan rupiah di pasar.(*)