Berita Nasional
Ade Jona Prasetyo Resmi Nahkodai HIPMI, Ini Komitmennya untuk Pengusaha Muda
Pergantian kepemimpinan tersebut diputuskan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI yang berlangsung di Ballroom
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MUNAS-HIPMI-Masuki-Era-Baru-Ade-Jona-Prasetyo-Pimpin-Organisasi-Pengusaha-Muda.jpg)
Ringkasan Berita:
- HIPMI memasuki fase kepemimpinan baru setelah Munas XVIII menetapkan Ade Jona Prasetyo sebagai ketua umum.
- Proses penetapan berlangsung secara aklamasi dan disambut antusias peserta dari berbagai daerah.
- Ade Jona menegaskan akan merangkul seluruh kader serta memperkuat peran pengusaha muda bagi perekonomian nasional.
TRIBUNGORONTALO.COM – Estafet kepemimpinan di tubuh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) resmi berganti.
Organisasi yang menaungi para pengusaha muda itu kini dipimpin Ade Jona Prasetyo untuk periode 2026-2029.
Pergantian kepemimpinan tersebut diputuskan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI yang berlangsung di Ballroom Hotel Novotel Bandar Lampung, Kamis (11/6/2026).
Alih-alih melalui pemungutan suara yang panjang, forum tertinggi organisasi itu mencapai kesepakatan bulat.
Seluruh peserta Munas menerima Ade Jona Prasetyo sebagai figur yang akan memimpin BPP HIPMI selama tiga tahun mendatang.
Keputusan tersebut diumumkan dalam rapat pleno Munas. Pimpinan sidang menetapkan Ade Jona, yang sebelumnya tercatat sebagai calon nomor urut 2, sebagai Ketua Formatur terpilih.
Pada saat yang sama, forum juga menunjuk Reynaldo Bryan sebagai Ketua Formatur II.
Keduanya akan bertugas menyusun struktur kepengurusan BPP HIPMI untuk periode kepengurusan berikutnya.
Pengumuman hasil pleno langsung disambut riuh tepuk tangan dari peserta Munas yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Dukungan menggema di dalam ruang sidang sesaat setelah palu diketuk sebagai tanda keputusan telah sah berlaku.
Momen pergantian kepemimpinan kemudian ditandai dengan penyerahan bendera pusaka HIPMI kepada Ade Jona Prasetyo.
Prosesi simbolis tersebut menjadi penanda berpindahnya tanggung jawab untuk melanjutkan perjalanan organisasi.
Bagi HIPMI, pergantian nahkoda bukan sekadar perubahan nama di pucuk pimpinan. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjaga peran organisasi sebagai wadah lahirnya pengusaha muda yang adaptif terhadap perubahan ekonomi.
Usai ditetapkan, Ade Jona menyampaikan bahwa dirinya ingin memastikan seluruh kader tetap berada dalam satu barisan.
Menurutnya, tantangan dunia usaha ke depan membutuhkan soliditas organisasi dan kolaborasi yang kuat.