Jumat, 12 Juni 2026

Selebrasi Lokal 2026

Mudah! Begini Cara Nonton Gratis Piala Dunia 2026 di Siaran Digital TVRI

Televisi Republik Indonesia (TVRI) resmi menyiarkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis melalui kanal TVRI Nasional

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Mudah! Begini Cara Nonton Gratis Piala Dunia 2026 di Siaran Digital TVRI
TribunGorontalo.com
SELEBRASI LOKAL -- Potret warga nonton bareng (nobar) piala dunia. Simak cara nonton nobar gratis di TVRI Nasional dan TVRI Sport 

Pastikan televisi Anda sudah mendukung siaran digital atau telah terhubung dengan Set Top Box (STB).

Hubungkan perangkat televisi atau STB dengan antena UHF yang berfungsi baik.

Masuk ke menu pengaturan atau 'Pencarian Siaran' menggunakan remote control.

Pilih fitur Scan Otomatis atau 'Pencarian Otomatis' kanal digital.

Tunggu beberapa menit hingga proses pemindaian sinyal selesai 100 persen.

Periksa daftar saluran dan pastikan kanal TVRI Nasional serta TVRI Sport sudah muncul di layar.

 Tren Euforia di Gorontalo

PIALA DUNIA -- Penjualan bendera negara peserta piala dunia di Jalan HB Jassin Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo Selasa (26/5/2026).
PIALA DUNIA -- Penjualan bendera negara peserta piala dunia di Jalan HB Jassin Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo Selasa (26/5/2026). (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Kemudahan akses siaran gratis dari TVRI ini langsung menyulut euforia di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Gorontalo.

Atmosfer pesta bola mulai mengular di warung kopi, grup WhatsApp, hingga tongkrongan anak muda di desa-desa. Meski lapak penjual bendera negara peserta sudah menjamur sejak April lalu, cara masyarakat menikmati pertandingan kini memperlihatkan tren yang cukup unik.

Lanto Ibrahim, warga Desa Tunggulo Selatan, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, menceritakan bahwa tradisi menonton di wilayahnya mulai mengalami pergeseran.

 Jika pada edisi-edisi terdahulu warga harus repot memasang layar kain putih berukuran besar di lapangan desa, kini banyak kelompok pemuda yang memilih opsi lebih ringkas.

"Sekarang orang lebih banyak nonton di HP atau tablet karena lebih gampang. Kalau pasang layar besar itu butuh banyak persiapan," ungkap Lanto saat dihubungi. Fenomena memanfaatkan gawai atau iPad untuk nonton bareng (nobar) dalam kelompok kecil ini dinilai lebih fleksibel, terutama saat menghadapi cuaca mendung atau ketika mobilitas warga sedang tinggi.

Kendati medium layarnya mengecil, tensi keseruan nobar sama sekali tidak luntur. Perbedaan negara jagoan justru menjadi bumbu penyedap yang menghidupkan suasana malam hingga menjelang subuh. Lanto sendiri mengaku setia berdiri di barisan pendukung Portugal demi melihat sang mega bintang, Cristiano Ronaldo, mengangkat trofi emas di akhir kariernya.

"Saya berharap Portugal bisa juara karena Ronaldo belum pernah dapat Piala Dunia. Messi sudah dapat, tinggal Ronaldo," cetusnya sembari tertawa.

Guna menambah keseruan, Lanto dan rekan-rekannya bahkan menginisiasi agenda arisan bola kreatif. 

Polanya cukup sederhana: setiap peserta menyetor dana sukarela dan memilih satu negara unggulan. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved