Rabu, 3 Juni 2026

Berita Nasional

Teddy Bela Lawatan Prabowo ke Luar Negeri, Sebut BBM hingga Haji Jadi Buktinya

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya angkat bicara terkait pandangan yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Teddy Bela Lawatan Prabowo ke Luar Negeri, Sebut BBM hingga Haji Jadi Buktinya
TribunGorontalo.com
SESKAB -- Teddy Indra Wijaya saat memberikan klraifikasi terkait plesiren Prabowo ke luar negeri. 

Menurut Teddy, sejumlah bantuan kemanusiaan yang dikirim ke wilayah tersebut tidak lepas dari proses diplomasi yang dilakukan pemerintah.

"Presiden Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina. Apa buktinya? Pertama, kita ada drop-off logistik dari udara. Sudah beberapa kali. Tidak semua negara bisa. Kenapa? Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat. Kemudian yang kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina. Kita juga sudah menyekolahkan anak-anak Palestina di universitas di Indonesia," ucapnya lagi.

Ia juga mencontohkan proses pemulangan seorang warga negara Indonesia yang sempat diamankan oleh otoritas Israel.

"Belum lama ini, ada WNI yang diamankan pihak Israel di laut bebas. Dan lewat diplomasi dari Menteri Luar Negeri dan teman-teman Kemlu selang beberapa hari kembalikan ke Indonesia. Jadi ini lewat diplomasi yang baik diberitakan maupun yang tertutup. Ingat yang tadi saya sampaikan adalah hasil konkret nyata satu setengah tahun terakhir. Semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara," terangnya lagi.

Menutup penjelasannya, Teddy mengatakan keputusan mengenai pertemuan Presiden dengan kepala negara lain dilakukan berdasarkan pertimbangan Presiden dan masukan dari Menteri Luar Negeri.

"Terkait masalah pertemuan dengan kepala negara lain di event-event tertentu, yang menentukan adalah Bapak Presiden dan juga saran dari Menteri Luar Negeri. Beliu-lah yang mengetahui mana yang prioritas, mana pertemuan yang harus diutamakan, mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup menggunakan telepon," ujarnya.

"Mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan. Dan saya rasa semua diplomat hebat tahu itu. Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan. Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai." pungkasnya. (*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved