Berita Nasional
Teddy Bela Lawatan Prabowo ke Luar Negeri, Sebut BBM hingga Haji Jadi Buktinya
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya angkat bicara terkait pandangan yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SESKAB-Teddy-Indra-Wijaya-saat-memberikan-klraifikasi-t.jpg)
Ia menilai tingginya frekuensi kunjungan luar negeri tidak dapat dilepaskan dari kondisi global yang sedang penuh ketidakpastian.
Karena itu, Presiden perlu membangun komunikasi dan hubungan langsung dengan para pemimpin negara lain.
"Terkait masalah protokoler dan frekuensi luar negeri dalam satu setengah tahun terakhir. Jadi Presiden Prabowo itu adalah presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis. Sebelumnya ada konflik di Ukraina, ada di Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah. Itu terlibat Arab Saudi, Qatar, Bahrain, UAE dan lain sebagainya. Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia, dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan, tidak. Kita harus panen hubungan yang baik. Lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan, dan begitu pula sebaliknya," terang Teddy.
Menurutnya, hubungan personal antarpemimpin negara menjadi salah satu bagian penting dalam diplomasi modern. Karena itu, ia menolak anggapan bahwa kunjungan Presiden ke luar negeri hanya bersifat seremonial.
"Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin, baik secara langsung, diliput media, ataupun tertutup. Nah, itulah diplomasi. Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan secara ponial," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Teddy memaparkan sejumlah capaian yang menurutnya merupakan hasil dari aktivitas diplomasi Presiden Prabowo selama satu setengah tahun terakhir.
Ia menyebut salah satu pencapaian penting adalah bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS.
Menurut Teddy, langkah tersebut memberikan manfaat strategis di tengah ketidakpastian global.
"Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam satu setengah tahun terakhir ini. Yang pertama, Indonesia masuk BRICS," ujarnya.
"Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik, stok pangan aman. Kemudian yang kedua, tarif 0 persen di Uni Eropa. Ada 25 negara di situ, dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu. Tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu," jelasnya lagi.
Teddy juga mengungkapkan bahwa Indonesia memperoleh investasi sekitar Rp2.430 triliun dalam kurun satu setengah tahun terakhir.
"Total investasi yang masuk dalam satu setengah tahun ini adalah sekitar Rp2.430 triliun, itu data dari BKPM. Kemudian contoh konkret lagi nih. Bulan lalu, Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan, kembali, langsung ada investasi sekitar Rp575 triliun. Selanjutnya, sekarang kita punya alat pertahanan yang kuat sekarang, dan itu dari banyak sekali negara seperti Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Eropa, banyak negara."
Selain investasi, Teddy juga mengaitkan diplomasi pemerintah dengan pelaksanaan ibadah haji yang menurutnya berjalan lebih baik.
"Juga ada program ibadah haji tahun lalu, dan khususnya tahun ini itu lancar. Nyaris tidak ada kendala-kendala yang signifikan. Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya perkampungan haji di Arab Saudi, dan pemerintah Arab Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jamaah haji."
Ia turut menyinggung peran Indonesia dalam membantu masyarakat Palestina.
| Kasus Dugaan Menantu Bunuh Mertua dengan Pesanan Sate Beracun, Begini Faktanya |
|
|---|
| Petani Sawit Resah Harga Turun, Pemerintah Minta Pemda Turun Tangan |
|
|---|
| MK Jelaskan Alasan Guru Tak Bisa Pensiun di Usia 70 Tahun Seperti Profesor |
|
|---|
| Kenapa Prabowo Rayakan Idul Adha di Prancis? Ini Penjelasan Menlu Sugiono |
|
|---|
| Rupiah Melemah Hampir Rp17.800 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Mengaku Stres |
|
|---|