Sabtu, 30 Mei 2026

Senior Editors Program

Murid Australia Dilarang Akses Medsos, Cari Pacar Kutu Buku dan HP Jadul

Kedutaan Besar Australia mengadakan kegiatan bertajuk Australia-Indonesia Senior Editors Program, selama sepekan

Tayang:
Penulis: Domu Damiannus Ambarita | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Murid Australia Dilarang Akses Medsos, Cari Pacar Kutu Buku dan HP Jadul
Tribunnews.com/Domu Damiannus Ambarita
EDITOR - Delegasi wartawan Indonesia berdiskusi tentang isu-isu Asia, termasuk Indonesia, di kampus Universitas RMIT (Royal Melbourne Institute of Technology), Melbourne, Australia, Jumat (22/5/2026). (Tribun Network/Domu D. Ambarita) 

Dikutip dari Sydney Herald Morning, penerbit pun bersiasat menghadapi fenomena BookTok, tersebut. “BookTok adalah tentang tren,” kata penjual buku Dymocks, Josh Hortinela. Ia sepenuhnya sependapat dengan suara lokal, dan panduan referensi berjalan untuk cerita romantis dan kriminal yang sedang naik daun. 

“Anda dapat melihat tren muncul di BookTok, dan itu memengaruhi orang-orang yang bertanya tentangnya di toko. Dulu orang datang dan meminta rekomendasi untuk romansa paranormal, tetapi sekarang mereka meminta trope. Mereka akan berkata, saya mencari trope 'hanya satu tempat tidur', atau buku ‘musuh-menjadi-kekasih’. Itu pasti ada hubungannya dengan bagaimana buku dipasarkan di TikTok,” katanya.

Caitlin Toohey, eksekutif pemasaran di HarperCollins Australia, mengatakan penerbit “memperhatikan beberapa judul romantis yang lebih ringan yang mungkin belum banyak ditayangkan untuk sementara waktu, karena itulah yang diinginkan orang ... [TikTok] adalah tempat baru untuk menjangkau pembaca baru.”

Puncak fenomena BookTok di Australia tercapai pada rentang tahun 2022 hingga 2023. Pada periode ini, BookTok tidak lagi sekadar subkultur internet tersembunyi, melainkan telah mendikte pasar arus utama (mainstream). Jaringan toko buku raksasa Australia seperti Dymocks, QBD Books, serta toko independen Readings, laris manis. Mereka memampang meja pajangan khusus di bagian depan toko dengan papan penanda besar bertulis "As Seen on BookTok" atau "Trending on TikTok".

Buku It Ends with Us karangan Colleen Hoover bahkan sempat merajai daftar bestseller fiksi di Australia selama berbulan-bulan, mengalahkan buku-buku baru rilisan lokal. Pada puncaknya, penerbit besar Australia mulai mengontrak influencer BookTok lokal sebagai pembicara di festival-festival literasi besar, seperti Melbourne Writers Festival, untuk menarik audiens Gen Z.

Dampak BookTok terhadap industri retail buku di Australia sangat masif dan membalikkan prediksi banyak analis yang awalnya mengira generasi muda akan meninggalkan buku fisik demi gawai.

Sebelum fenomena BookTok, jika ingin novel romantis, pembeli harus tahu ke mana mencarinya. Beberapa toko kecil menyediakan novel romantis dalam bentuk paperback, begitu pula toko serba ada, seperti Big W. Beberapa jaringan toko buku juga menyediakannya, tetapi novel romantis biasanya tidak menjadi pusat perhatian.

Tahun 2025, keadaan telah berubah. Dikutip theconversation.com dari Nielsen Bookscan, novel romantis tidak lagi terpinggirkan. Manfaat BookTok dan Bookstagram, penjualan novel romantis tumbuh rata-rata 49 persen selama tiga tahun. Pembaca novel romantis Australia, menopang pasar buku nasional yang stagnan.

Toko buku besar kini memiliki rak khusus untuk novel romantis. Acara penandatanganan buku romantis besar-besaran diadakan di pusat konvensi. Pembaca novel romantis mengantre untuk pembukaan toko buku khusus novel romantis Romancing the Novel di Paddington, Sydney tahun lalu. (amb)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved