EKONOMI
Pemerintah Intervensi Pasar, Rp 2 Triliun Digelontorkan Tiap Hari demi Stabilkan Rupiah
Pemerintah mulai turun langsung ke pasar keuangan untuk menahan tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang belakangan terus melemah terhadap dolar AS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DOLAR-Gara-gara-rupiah-lemah-terhadap-dolar-Rp-400-an-triliun.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemerintah mulai menyuntikkan dana Rp 2 triliun setiap hari ke pasar obligasi
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut intervensi dilakukan lewat pengelolaan kas negara
- Pemerintah juga mengklaim memiliki dana kas hingga Rp 420 triliun yang bisa digunakan
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemerintah mulai turun langsung ke pasar keuangan untuk menahan tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang belakangan terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah kini rutin masuk ke pasar obligasi dengan dana jumbo mencapai Rp2 triliun setiap hari.
Langkah tersebut disampaikan Purbaya usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah, Tapi Fundamental Ekonomi Kita Tetap Kokoh
Menurut Purbaya, strategi ini dilakukan agar kondisi pasar keuangan Indonesia kembali stabil dan tidak terus ditekan arus keluar modal asing.
“Kita udah masuk ke bond market bertahap, ya. Asing juga udah masuk juga jadi harusnya sih ke depan akan minggu-minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari bond market,” ujar Purbaya.
Secara sederhana, pemerintah saat ini membeli obligasi negara atau surat utang negara di pasar keuangan.
Obligasi sendiri merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah untuk mendapatkan dana dari investor. Nantinya investor akan memperoleh keuntungan berupa bunga atau imbal hasil.
Ketika pemerintah aktif membeli obligasi, harga obligasi bisa naik dan kondisi pasar menjadi lebih tenang.
Situasi tersebut dinilai penting karena investor asing biasanya akan tetap menyimpan dananya di Indonesia jika pasar obligasi stabil.
Sebaliknya, jika pasar obligasi bergejolak, investor asing cenderung menjual asetnya lalu menarik dolar keluar dari Indonesia, yang akhirnya membuat rupiah makin tertekan.
Purbaya mengatakan pemerintah sengaja masuk ke pasar obligasi untuk membangun sentimen positif agar investor kembali percaya terhadap pasar keuangan Indonesia.
Saat ditanya mengenai nilai dana yang digelontorkan, Purbaya mengaku pemerintah siap mengeluarkan dana besar secara rutin setiap hari.
“Ah, pengen tahu aja lah. Saya minta masuk Rp 2 triliun setiap hari,” ungkapnya.
Ia menegaskan dana tersebut bukan uang baru, melainkan berasal dari pengelolaan kas negara yang diputar sementara untuk menjaga stabilitas pasar.
“Kan kita masih punya beberapa tempat kan, itu kan hanya cash management aja, jadi enggak masalah. Kan uangnya enggak hilang. Cuman diputar aja supaya ada sedikit sentimen positif di pasar obligasi,” jelasnya.
| Lowongan Mitra BPS 2026 Resmi Dibuka Gratis, Simak Tahapan dan Link Pendaftarannya |
|
|---|
| IHSG Anjlok Tajam, Ini Penyebab Utama dan Dampaknya bagi Investor |
|
|---|
| Daftar Lengkap Komoditas RI yang Kini Masuk AS Tanpa Bea Masuk |
|
|---|
| Lima Pejabat OJK dan BEI Mundur, Ini Analisis Pengamat soal Dampaknya |
|
|---|
| Menkeu Nilai Mundurnya Dirut BEI Bentuk Tanggung Jawab IHSG Anjlok Dua Hari |
|
|---|