Sabtu, 21 Maret 2026

Roti MBG Berjamur

Sebuah Dapur MBG di Kota Gorontalo Akui Sebagian Roti yang Dibagikan ke Siswa Memang Berjamur

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kota Gorontalo menuai keluhan setelah seorang orang tua murid membagikan foto roti

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Sebuah Dapur MBG di Kota Gorontalo Akui Sebagian Roti yang Dibagikan ke Siswa Memang Berjamur
TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga
MBG--Potret SPPG Limba U Satu Kota Selatan Kota Gorontalo, Senin (16/3/2026). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 

SPPG Limba U Satu juga telah memesan roti pengganti dari UMKM lain sebagai langkah antisipasi apabila masih ada laporan serupa dari sekolah.

“Kami sudah memesan kembali roti dari tokoh lain. Kalau ada laporan lagi dari sekolah, langsung kami ganti,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penggantian roti dilakukan segera setelah laporan diterima dari pihak sekolah.

“Begitu ada laporan, langsung kami ganti pada saat itu juga,” tambahnya.

Selain itu, pihak SPPG juga telah berkoordinasi dengan UMKM sebagai penyedia roti awal.

Menurut Fitra, pihak UMKM tersebut menyatakan siap memberikan ganti rugi atas roti yang tidak layak konsumsi.

“Tadi kami juga sudah konfirmasi dengan pihak yang bersangkutan. Mereka siap mengganti kerugian tersebut,” katanya.

Baca juga: 252 Dapur MBG Ditutup Sementara Gara-gara Belum Penuhi Standar Sanitasi dalam 30 Hari

Fitra berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari. Ia menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dalam proses produksi makanan yang disalurkan kepada siswa.

Menurutnya, produsen makanan harus lebih memperhatikan bahan baku, proses pembuatan hingga sistem penyimpanan agar kualitas makanan tetap terjaga.

“Ke depan kami berharap proses produksinya lebih diperhatikan lagi, mulai dari bahan hingga pembuatannya, supaya tidak ada lagi roti yang berjamur,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa roti yang dibagikan kepada siswa sebenarnya masih berada dalam masa konsumsi yang aman.

Berdasarkan informasi dari produsen, roti tersebut memiliki tanggal kedaluwarsa 19 Maret 2026.

Roti diproduksi pada malam hari dan langsung diantar ke SPPG untuk dilakukan pengecekan kualitas sebelum didistribusikan ke sekolah.

“Saat roti sampai di SPPG kami sudah melakukan quality control. Pada saat itu belum ditemukan roti yang berjamur,” jelasnya.

Temuan roti yang tidak layak konsumsi baru diketahui setelah pihak sekolah menyampaikan laporan kepada SPPG.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved