Senin, 9 Maret 2026

Perang Iran dan Amerika

Pelaut Indonesia Hilang di Perairan Iran, Keluarga di Luwu Diliputi Kekhawatiran

Kabar hilangnya seorang pelaut asal Sulawesi Selatan membuat keluarga di Kabupaten Luwu diliputi kecemasan.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pelaut Indonesia Hilang di Perairan Iran, Keluarga di Luwu Diliputi Kekhawatiran
TribunGorontalo.com
CAPTEN MISWAR HILANG - Kolase foto Capten Miswar pelaut asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dikabarkan hilang kontak di sekitar perairan Selat Hormuz, Iran dengan lokasi Kapal Musafa 2 yang dinakhodai Capten Miswar milik Abu Dhabu Ports itu diduga menjadi korban ranjau laut milik Iran. 

Perjalanan menuju lokasi kejadian disebut sebagai pelayaran terjauh yang pernah dilakukan kapal tersebut.

“Dari pelabuhan Abu Dhabi itu sekitar satu hari perjalanan baru sampai ke lokasi kejadian,” katanya.

Di tengah ketidakpastian ini, keluarga berharap ada informasi resmi dari pihak berwenang.

Sumarlin mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia telah menghubungi keluarga untuk meminta data lengkap terkait Miswar.

“KBRI sudah menelepon. Katanya setiap perkembangan informasi akan segera disampaikan kepada kami,” ungkapnya.

Rumah keluarga Miswar di Kelurahan Pattedong pun mulai didatangi sejumlah kerabat dan kolega yang datang untuk memberikan dukungan.

Sejak Sabtu sore, beberapa kendaraan terlihat terparkir di depan rumah yang berada di jalur poros Makassar–Palopo tersebut.

Salah seorang warga, Jasri, mengaku pernah bepergian bersama Miswar saat menuju Makassar sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.

“Waktu itu kami satu mobil charter menuju Makassar. Saya bersama Capten Miswar dan satu orang kemenakan istrinya. Kami bekerja di perusahaan yang sama di Abu Dhabi,” ujarnya.

Ia juga menyebut Miswar merupakan lulusan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar angkatan ke-15 dan telah lama berkarier di dunia pelayaran.

Sementara itu, kapal Mussafah 2 diketahui membawa tujuh orang awak saat berlayar.

Selain Miswar, kru kapal tersebut terdiri dari Kapten Yan Rano Djama, Chief Engineer Sirajuddin, Able-Bodied Abdul Salam, dua awak asal India, serta seorang oiler berkewarganegaraan Filipina.

Hingga saat ini, keluarga masih menunggu kepastian mengenai kondisi kapal dan seluruh awaknya.

 (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:10
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved