Anggaran Rp 335 Trilun untuk MBG Berpotensi Kena Efisiensi Imbas Perang Iran-Amerika
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa lembaganya akan melaksanakan seluruh kebijakan Presiden Prabowo Subianto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-siswa-SMK-Tridharma-Gorontalo-mengantre-MBG.jpg)
Dalam beleid tersebut, pemerintah menetapkan alokasi anggaran MBG sebesar Rp 335 triliun.
Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah tetap menyiapkan berbagai skenario jika kondisi ekonomi global menimbulkan tekanan pada APBN.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah potensi kenaikan harga minyak dunia.
Menurut Purbaya, pemerintah telah melakukan simulasi terhadap sejumlah kemungkinan, termasuk apabila harga minyak global berada di kisaran 92 dolar AS per barel sepanjang tahun.
Ia menekankan bahwa langkah efisiensi yang mungkin dilakukan tidak akan menyentuh komponen utama program MBG, yakni penyediaan makanan bagi para penerima manfaat.
“Yang untuk makanan tidak kita ganggu, karena itu memang inti programnya,” kata Purbaya saat menghadiri acara buka bersama di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Ia menambahkan, evaluasi lebih mungkin dilakukan pada pengeluaran yang bersifat pendukung.
Beberapa di antaranya seperti pengadaan perlengkapan atau fasilitas tambahan yang tidak berkaitan langsung dengan penyediaan makanan dalam program tersebut.
(*)