Heboh Nasional
Advokat di Karawaci Ditusuk Debt Collector, Sempat Kritis Usai Operasi 6 Jam
Seorang advokat berinisial BST kini berangsur pulih setelah menjalani operasi selama enam jam akibat luka tusuk dalam insiden penyerangan
Ringkasan Berita:
- Advokat BST sempat kritis setelah ditusuk tiga kali oleh debt collector di Karawaci, Tangerang, dan harus menjalani operasi selama enam jam.
- Luka di bagian punggung menyebabkan gangguan pada paru-paru, namun kini kondisinya disebut telah melewati masa kritis.
- Penusukan terjadi setelah cekcok terkait penarikan mobil yang diduga menunggak pembayaran.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang advokat berinisial BST kini berangsur pulih setelah menjalani operasi selama enam jam akibat luka tusuk dalam insiden penyerangan di Karawaci, Tangerang.
Korban sebelumnya sempat berada dalam kondisi kritis setelah menerima tiga tikaman dari seorang debt collector.
Kuasa hukum korban, Wiliyanto, menjelaskan operasi dilakukan pada Selasa (24/2/2026) sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 15.00 WIB.
Beberapa jam setelah tindakan medis, korban mulai menunjukkan kesadaran, meski kemudian kembali ditidurkan oleh tim dokter karena kondisi fisik yang masih lemah.
“Operasi berlangsung dari pagi sampai siang. Sore sekitar pukul 18.00 sudah mulai sadar, tapi karena masih lemah ditidurkan lagi,” ujar Wiliyanto, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, dua luka tusuk berada di bagian perut dan satu lainnya di punggung.
Luka di punggung disebut paling berdampak karena menyebabkan udara masuk ke paru-paru, sehingga fungsi organ tersebut sempat melemah.
Meski demikian, ia memastikan kondisi korban kini sudah melewati masa kritis dan tidak ada kerusakan organ vital.
Sementara itu, kuasa hukum korban lainnya, Andri Jurnisal dari DPD Kongres Advokat Indonesia, memaparkan peristiwa bermula ketika tiga orang debt collector mendatangi rumah korban di Perumahan Palem Semi, Karawaci, pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Baca juga: Dari Tanah Wakaf Tahun 1937, Masjid Al Muqarrabin Gorontalo Kini Jadi Masjid Percontohan Nasional
Mereka diduga hendak menarik kendaraan yang disebut menunggak pembayaran.
Rekaman CCTV menunjukkan para debt collector sudah berada di sekitar rumah sebelum korban pulang bersama istrinya.
Ketika BST tiba sekitar pukul 15.40 WIB, terjadi adu argumen di depan rumah.
Menurut Andri, para debt collector tersebut mengaku mendapat kuasa dari Mandiri Tunas Finance.
Namun korban mempertanyakan identitas dan legalitas mereka, serta meminta petugas keamanan perumahan menahan kendaraan para debt collector di gerbang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KRIMINAL-Kapolres-Tangerang-Selatan-AKBP-Boy-Jumalolo-menjenguk.jpg)