Masjid Gorontalo
Dari Tanah Wakaf Tahun 1937, Masjid Al Muqarrabin Gorontalo Kini Jadi Masjid Percontohan Nasional
Masjid Al Muqarrabin berdiri megah di tengah padatnya permukiman warga Kota Gorontalo Masjid ini terletak di Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MASJID-DI-GORONTALO-Potret-Masjid-Al-Muqarrabin-Kelurahan-Dulalowo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Masjid Al Muqarrabin berdiri megah di tengah padatnya permukiman warga Kota Gorontalo
Masjid ini terletak di Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Lokasinya memang cukup strategis, berada di kawasan padat penduduk dan mudah diakses oleh jamaah dari berbagai penjuru kota.
Masjid ini tepat berada di pertigaan antara Jalan Madura dan Jalan Kalimantan.
Warna masjid hijau daun cukup mencolok bagi warga yang melintasi area tersebut.
Baca juga: Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Sepakati Nilai Zakat Fitrah Ramadan 2026, Ini Besarannya
Ketua Takmir Masjid Al Muqarrabin, Amirudin Habie, saat diwawancarai Tribun Gorontalo, Rabu (25/2/2026), menuturkan bahwa masjid ini memiliki sejarah panjang yang berakar kuat pada semangat wakaf dan kebersamaan umat.
“Masjid Al Muqarrabin ini dibangun sejak tahun 1937. Awalnya masih berbentuk sangat sederhana, seperti surau,” ujar Amirudin usai salat Zuhur.
Masjid ini berdiri di atas tanah wakaf milik almarhum Haji Hamid Podungge, seorang tokoh masyarakat yang pada masanya melihat kebutuhan mendesak akan rumah ibadah di kawasan tersebut.
“Pada waktu itu, di sekitar kompleks ini belum ada satu pun masjid. Karena itu keluarga almarhum Haji Hamid Podungge berinisiatif mewakafkan tanahnya untuk dibangun masjid,” jelasnya.
Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah jamaah, Masjid Al Muqarrabin mengalami sejumlah perubahan besar.
Tercatat, masjid ini telah lima kali direnovasi, menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan lingkungan sekitar.
Renovasi terbesar dilakukan pada tahun 2021, yang mengubah wajah masjid secara signifikan.
“Renovasi terakhir itu membuat masjid ini menjadi tiga lantai. Anggaran yang digunakan kurang lebih Rp14 miliar,” kata Amirudin.
Setelah proses rehabilitasi besar tersebut, masjid mulai kembali digunakan secara optimal pada tahun 2023 dan langsung dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas keagamaan dan sosial.
Tak hanya megah secara fisik, Masjid Al Muqarrabin juga menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.