Imlek 2026
Mengapa Barongsai Identik dengan Imlek? Ini Penjelasan Sejarahnya
Imlek 2026 identik dengan barongsai. Ternyata, tarian singa ini punya sejarah panjang dan makna keberuntungan mendalam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Persiapan-barongsai-666888.jpg)
Pada masa Dinasti Tang (618–907 M), barongsai bahkan dipentaskan di lingkungan istana sebagai bagian dari hiburan resmi.
Baca juga: Jelang Tahun Baru Imlek 2577, Kelenteng Tulus Harapan Kita Gorontalo Dihiasi Lampion
Lambat laun, tradisi ini menyebar ke masyarakat luas dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan festival, pembukaan usaha, hingga ritual keagamaan.
Di Indonesia, barongsai dibawa oleh komunitas Tionghoa sejak masa Hindia-Belanda. Tradisi ini sempat mengalami pembatasan pada era 1960-an hingga 1990-an.
Namun setelah reformasi, barongsai kembali berkembang pesat. Kini, pertunjukan barongsai dapat ditemukan di klenteng, pusat perbelanjaan, hingga ajang kompetisi olahraga.
Makna Filosofis di Balik Gerakan
Barongsai bukan hanya tontonan, tetapi sarat simbol kebaikan, antara lain:
- Perlindungan: Diyakini mampu menolak kesialan dan energi negatif.
- Kemakmuran: Melambangkan datangnya rezeki dan keberhasilan.
- Kebahagiaan: Menghadirkan semangat baru dan sukacita.
- Keberanian: Mewakili kekuatan menghadapi tantangan hidup.
Salah satu adegan paling khas adalah tradisi cai qing atau “memetik hijau”, yaitu mengambil sayuran atau amplop yang digantung tinggi.
Aksi ini melambangkan upaya meraih rezeki, yang kemudian dibagikan kembali sebagai simbol keberuntungan bersama.
Warna kostum juga memiliki arti tersendiri: merah melambangkan kebahagiaan, emas simbol kemakmuran, dan hijau menandakan pertumbuhan serta harmoni.
Mengapa Identik dengan Imlek?
Kehadiran barongsai saat Imlek berkaitan dengan legenda makhluk jahat bernama Nian yang diyakini takut pada suara keras dan warna merah.
Karena itu, pertunjukan dengan tabuhan gendang nyaring dan kostum mencolok dipercaya mampu “membersihkan” awal tahun dari energi negatif.
Secara umum, barongsai dipentaskan saat Imlek untuk:
- Menyambut tahun baru dengan semangat dan energi positif.
- Mengusir kesialan simbolis dari tahun sebelumnya.
- Mengundang keberuntungan dan kemakmuran.
- Memeriahkan suasana perayaan.
Dua Gaya Besar Barongsai
Dalam perkembangannya, terdapat dua aliran utama barongsai:
1. Gaya Selatan (Nan Shi)
Berasal dari Tiongkok Selatan, gaya ini lebih teatrikal dan ekspresif.
Gerakannya meniru perilaku alami singa seperti bermain, menggaruk, atau menggoyangkan kepala.