Jumat, 6 Maret 2026

Khotbah Jumat

Teks Khotbah Jumat dari Kemenag: Menyambut Ramadan dengan Riang Gembira

Kementerian Agama RI merilis panduan khotbah Jumat untuk menyambut Ramadan 1447 Hijriah, yang mengajak seluruh umat Muslim di Indonesia

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Teks Khotbah Jumat dari Kemenag: Menyambut Ramadan dengan Riang Gembira
TribunGorontalo.com
TEKS KHOTBAH -- Khotbah Jumat di Masjid An-nur Kelurahan Hepuhulawa, Kabupaten Gorontalo. Simak teks khotbah dari Kemenag tentang menyambut bulan suci Ramadan. 

Di dalam doa di atas disebutkan bahwa kita juga berlindung kepada Allah Swt dari keburukan yang ada pada bulan Ramadan. Apa keburukan yang ada di bulan Ramadan?

Ramadan adalah bulan fasilitas dari Allah Swt untuk manusia memperbaiki diri. Jika manusia tidak memanfaatkan fasilitas tersebut, maka paling tidak Ramadan menjadi buruk baginya karena pasti akan menyesalinya.

Semoga kita dapat memasuki bulan Ramadan dengan hati yang bersih dan siap menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya. Amin ya rabbal 'alamin.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي لَا نَبِيّ بعدَهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ . فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى : إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا . اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ البُلْدَانِ المُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ العَالَمِينَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ. عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرْ.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ وَجَمِيعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ جَمِيعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

 

Hadirin jemaah salat Jum’at yang dimuliakan Allah, Sebagai momentum sosial, Ramadan menjadi wahana kohesi sosial, yaitu mengeratkan kembali hubungan-hubungan sosial yang sebelumnya terbengkalai akibat padatnya urusan masing-masing.

Karena itu, biasanya mendekati Ramadan, ada ucapan maaf yang saling dikirimkan satu sama lain. Bahkan di Indonesia ada tradisi “nyekar” yang berarti tidak jarang sebuah keluarga besar pulang kampung untuk berziarah kepada makam keluarga yang telah lebih dahulu wafat.

Tentu saja kenyataannya itu bukan hanya berarti ziarah kubur, tetapi juga perjumpaan secara fisik dengan orang-orang atau keluarga yang telah lama tidak ditemui. Semua itu kemudian memuncak pada Hari Raya Idul Fitri, sebuah momentum kohesi sosial yang sangat besar. Sebagai momentum ekonomi, Ramadan adalah momentum yang sangat kuat mendorong aktivitas ekonomi, terutama yang melibatkan makanan, sandang, dan jasa.

Tidak hanya ekonomi makro yang melibatkan perusahaan, ekonomi mikro berupa usaha rumah tangga juga merasakan denyut yang kuat di bulan Ramadan. Barangkali ada pandangan negatif terhadap menguatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan karena dianggap sebagai sisi duniawi dari yang seharusnya Ramadan berorientasi akhirat.

Namun, di saat ekonomi lesu seperti sekarang ini, belanja tidak semata-mata aspek duniawi, tetapi juga akhirat karena itu sama saja dengan membantu ekonomi keluarga tetangga dengan dagangannya yang kecil-kecil tetapi sangat berarti bagi mereka. Karena itu, belanja bukan hanya belanja, tetapi bernilai sedekah. Ternyata Ramadan juga adalah momentum politik, terutama politik luhur.

 

Artikel ini telah tayang di KompasTV

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 06 Maret 2026 (16 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:12
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved